Rabu 01 Jan 2020 13:06 WIB

Bus Primajasa Kecelakaan Tunggal di Nagreg, 4 Orang Luka

Dari 45 orang penumpang, tiga orang mengalami luka ringan dan satu lukam berat.

Rep: Muhammad Fauzi Rdwan/ Red: Andi Nur Aminah
Ilustrasi Kecelakaan Bus
Foto: Foto : MgRol_94
Ilustrasi Kecelakaan Bus

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bus Primajasa bernomor polisi B 7104 YL tujuan Bekasi-Garut mengalami kecelakaan tunggal di turunan Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (1/1) pagi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dari 45 orang penumpang hanya tiga orang mengalami luka ringan dan satu orang mengalami luka berat.

"Kecelakaan tunggal bus Primajasa di turunan Nagreg," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erlangga Saptono, Rabu (1/1).

Baca Juga

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tersebut. Menurutnya, polisi dibantu unsur lainnya tengah melakukan evakuasi terhadap bus tersebut dan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Sedangkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung memberangkatkan satu tim rescue untuk membantu evakuasi penumpang Bus Primajasa yang mengalami kecelakaan tunggal. Diduga, bus mengalami kecelakaan karena rem yang blong.

"Kejadian terjadi pada 08.45 WIB dan memberangkatkan satu tim rescue pada 09.00 WIB. Bus mengalami rem blong sehingga terperosok ke jurang di turunan Nagreg," ujar Deden Ridwansah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung.

Menurutnya, jumlah penumpang bus sebanyak 45 orang. Korban selamat 41 orang, luka ringan 3 orang serta 1 supir yang mengalami luka berat. Ia mengatakan tidak terdapat korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

"Supir Undang (56) mengalami luka berat dan memerlukan penanganan khusus karena kakinya terjepit setir dan pengoperan gigi," katanya.

Ia mengatakan, korban berhasil dievakuasi tim rescue dan dibawa ke RSUD Cicalengka untuk diberi penanganan lebih lanjut. Alat yang digunakan yaitu satu unit rescue truck, peralatan ekstrikasi, peralatan alat komunikasi dan peralatan medis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement