Kamis 24 Oct 2019 19:05 WIB

Sandiaga Siap Beri Masukan pada Kabinet Indonesia Maju

Secara perodik, Sandiaga akan memberikan masukan yang konstruktif.

Sandiaga Salahuddin Uno
Foto: Febrianto Adi Saputro/Republika.co.id
Sandiaga Salahuddin Uno

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pengusaha yang sekaligus mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan memberikan kesempatan bagi para menteri pada Kabinet Indonesia Maju untuk bekerja secara optimal. Namun, ia juga siap memberi masukan membangun pada kabinet yang sudah dilantik oleh Presiden Joko Widodo. 

"Kita beri kesempatan para menteri untuk bekerja, secara perodik, kita akan memberikan masukan yang konstruktif dan apa adanya," kata Sandiaga, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (24/10).

Baca Juga

Menurut dia, untuk membangun Indonesia dan masuk dalam lima besar perekonomian dunia pada 2045, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi berkisar pada angka 7-8 persen. Sementara saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia baru berada pada angka lima persen.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi supaya lebih baik lagi, tambahnya,pemerintah perlu membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menumbuhkan para usahawan-usahawan baru. "Membangun Indonesia pada 2045, dan masuk lima besar ekonomi dunia itu, pertumbuhan ekonomi harus 7-8 persen. Hal itu tidak akan mungkin jika tidak didorong penciptaan lapangan kerja berbasis kewirausahaan," ujar Sandiaga.

Sebagai catatan, ada lima prioritas kerja yang sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi. Pada Kabinet Indonesia Maju, beberapa menteri bidang ekonomi antara lain adalah Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Selain itu, Sri Mulyani tetap berada pada pos Menteri Keuangan, Ida Fauziyah sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Menteri perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrief.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement