Senin 14 Oct 2019 17:04 WIB

2 Perusahaan Jepang Kerja Sama Bisnis di Purbalingga

Warga Purbalingga berkesempatan magang ke Jepang.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih
Gula (ilustrasi)
Foto: ABC News
Gula (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Dua perwakilan dari perusahaan Jepang masing-masing Bali Jalak Co Ltd dan Human Ring Co Ltd, melakukan audiensi dengan  Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Senin (14/10). Dalam pertemuan itu, pihak perusahaan Jepang bermaksud mengembangkan kerjasama bisnis yang selama ini sudah berlangsung.

Perwakilan dari Bali Jalak Co Ltd yang bergerak di bidang makanan dan minuman, menjajaki kerjasama bisnis dalam pemasaran palm sugar (gula nira).  Sedangkan perwakilan Human Ring Co Ltd yang bergerak di bidang ketenagakerjaan, menjajaki kerjasama tenaga kerja magang ke Jepang.

Baca Juga

Tim dari perusahaan asal Jepang tersebut, terdiri dari Syuji Terao (Director HRD Human Ring), Reiko Aki (Director Cooperatif Human Ring), dan Kazuhiho Miyauchi (Representatif Director Human Ring). Sedangkan dari perusahaan Bali Jalak, diwakili Kouichi Yasogawa. Kedatangan mereka didampingi Andrie Wiryono (Economic Function Consulat General of The Republic of Indonesia Japan).

Syuji Terao, dalam kesempatan itu menyatakan perusahaan di Jepang saat ini banyak membutuhkan tenaga kerja baik untuk tenaga kerja magang maupun tenaga kerja profesional. Dia berharap, kebutuhan tenaga kerja ini bisa dipenuhi oleh pemuda asal Purbalingga.

''Tenaga kerja magang, akan ditempatkan di berbagai perusahaan dan di UKM di Jepang. Kontrak pertama berlaku selama 2 tahun, namun jika dinilai baik kontrak bisa diperpanjang menjadi 3 tahun, dan kemudian bisa diperpanjang 5 tahun,'' katanya.

Dia juga menyatakan, para tenaga magang ini, sebelum berangkat ke Jepang harus sudah mendapat pelatihan bahasa Jepang dan ketrampilan kerja. Pendapatan sebagai pekerja magang, dihitung berdasarkan jam kerja.

Di Jepang, kata dia, waktu kerja ditetapkan selama 8 jam per hari. Sedangkan upahnya, ditetapkan sebesar 810 yen atau setara dengan Rp 115 ribu per jam. ''Jadi bila bekerja 8 jam per hari, dalam sehari bisa menerima upah Rp 900 ribu. Dalam sebulan, dengan 25 hari kerja, bisa mendapat sekitar 23 juta,'' kata Syuji.

Menurut Syuji, pekerja magang yang dikirim dari Purbalingga selama ini telah mendapat pelatihan yang baik. Bahkan karena kinerjanya baik, beberapa pekerja telah mendapat sertifikasi ketrampilan sesuai profesinya.

''Jika standar bahasa Jepangnya mampu masuk grade N4 serta memiliki sertifikasi ketrampilan, maka pekerja magang bisa mendapat status pekerja tetap. Otomatis visa tinggalnya juga bisa menjadi visa pekerja, sehingga mendapat kesempatan untuk mengajak keluarga tinggal di Jepang,'' katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kouichi Yasogawa (Bali Jalak Co.Ltd) mengungkapkan, perusahaannya saat ini sudah menjalin dengan produsen palm sugar dari dari Purbalingga untuk mengirimkan palm sugar ke Jepang. Saat ini, Bali Jalak juga sedang menjajagi kopi Purbalingga untuk diekspor ke Jepang.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama yang telah dan akan dilakukan dengan Purbalingga.  Kerjasama ini diharapkan bisa semakin banyak membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja produktif asal Purbalingga ke Jepang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement