Senin 07 Oct 2019 08:56 WIB

Tak Pandai Manfaatkan Waktu, Anak Rentan Terpapar Pornografi

Sebaiknya orangtua atau pengasuh dapat mengajak anak dalam kegiatan positif.

Azimah Subagijo, Ketua Perhimpunan MTP saat memberikan penyuluhan di Panti Asuhan Min Fadhli Rabbi, Kampung Gerbang Desa Satria Jaya RT 02 RW 03 Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/10).
Foto: Foto: Istimewa
Azimah Subagijo, Ketua Perhimpunan MTP saat memberikan penyuluhan di Panti Asuhan Min Fadhli Rabbi, Kampung Gerbang Desa Satria Jaya RT 02 RW 03 Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/10).

REPUBLIKA.CO.ID, Meski tidak dibekali telepon pintar, tidak menutup kemungkinan anak terpapar muatan negatif dari media seperti kekerasan dan pornografi. Mengingat saat ini akses internet dapat juga dilakukan melalui warung internet (warnet) atau persewaan game online memungkinkan mereka dapat mengakses berbagai hal termasuk pornografi.

Untuk itu, penyadaran bahaya pornografi penting juga dilakukan sejak dini pada anak-anak dan remaja. Ini agar mereka sadar akan bahayanya dan mau menghindarinya.

Demikian disampaikan oleh Azimah Subagijo, Ketua Perhimpunan MTP saat memberikan penyuluhan di Panti Asuhan Min Fadhli Rabbi, Kampung Gerbang Desa Satria Jaya RT 02 RW 03 Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/10).

photo
Penyuluhan tentang bahaya pornografi di Panti Asuhan Min Fadhli Rabbi, Kampung Gerbang Desa Satria Jaya RT 02 RW 03 Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/10). (Foto: Istimewa)

Azimah menyampaikan, anak-anak dan remaja rentan terjerumus pornografi antara lain karena iseng akibat kurang dapat memanfaatkan waktu luang, pengaruh dari teman sebaya, dan karena tidak memahami dampak media. Seperti menghabiskan waktu dan juga uang jajannya untuk mengakses internet dari warnet atau persewaan game online.

Padahal, dampak pornografi sangat nyata. Mulai dari enggan belajar, menyia-nyiakan waktu dan uang untuk pornografi, penyimpangan perilaku seksual, hingga juga dapat berhadapan dengan hukum akibat melanggar Undang-Undang Pornografi. 

“Untuk itu, anak-anak sebaiknya mempunyai jadwal kegiatan rutin yang selalu dalam pengawasan orang tua atau walinya," tegas dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Senin (7/10).

Menurutnya, jika ada waktu luang, sebaiknya orangtua atau pengasuh dapat mengajak anak untuk memanfaatkannya dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang positif. Seperti membaca buku yang bermanfaat, berolahraga, mengaji, berkebun, atau membantu orangtua atau pengasuh menyiapkan makanan atau merapikan rumah.

"Sehingga, dorongan untuk melihat pornografi dapat diminimalisasi,” ujar Azimah yang juga pembicara tetap di program Parenting Line, Bravos Radio, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Ida Aqidah, pengasuh Panti Asuhan Min Fadhli Rabby, menyampaikan penyuluhan bahaya pornografi sangat dibutuhkan anak-anak panti karena saat ini pengaruh gaya hidup bebas dari lingkungan sangat besar. Saat ini, kata dia, di sekitar panti asuhan ini tidak sedikit anak-anak remaja yang bergaya hidup bebas, kurang memperhatikan nilai-nilai agama, dan cenderung mau melakukan apa saja dengan imbalan uang.

"Oleh karena itu, penyuluhan semacam ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak panti kami agar mereka memperoleh pengetahuan tentang bahaya media bermuatan pornografi dan gaya hidup bebas agar mereka dapat menghindarinya,” ujar Ida. 

Untuk itu, atas terselenggaranya kegiatan ini, Ida mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Perhimpunan MTP yang telah memberikan penyuluhan bahaya pornografi dan literasi media kepada anak-anak pantinya. Apalagi, menurutnya, anak-anak sangat antusias karena penyuluhan MTP ini selain melalui pemutaran film, ada juga diskusi kelompok, dan games, sehingga anak-anak bisa lebih memahami muatan penyuluhan  secara utuh. 

Kegiatan penyuluhan bahaya pornografi dan Literasi media pada Sabtu (5/10) yang dihadiri sekitar 30 peserta. Kegiatan ini merupakan rangkaian penyuluhan Perhimpunan MTP menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriyah. Setelah sebelumnya MTP mengadakan penyuluhan di Rumah Piatu Muslimin Jakarta Pusat pada 5 September 2019 dan Panti Asuhan Ar Ridho, Rangkapan Jaya Depok, pada 7 September 2019. Kegiatan yang didukung oleh Dompet Dhuafa, Penerbit Mizan, ICTA (Indonesia Cable TV Asosiation), dan donatur perorangan ini terutama untuk memberi bekalan kepada anak-anak panti asuhan tentang dampak buruk media bermuatan pornografi dan mengajak mereka untuk mau menghindarinya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement