Jumat 04 Oct 2019 05:17 WIB

Pantun Abdul Wahab di Paripurna Pelantikan Ketua MPR

Dalam pantunnya, Abdul Wahab berpesan agar pimpinan MPR jangan diperiksa KPK.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita
Ketua MPR Sementara Abdul Wahab Dalimonthe (kiri) dan Wakil Ketua MPR Sementara Hillary Brigitta Lasut (kanan) memimpin rapat gabungan pimpinan sementara MPR dengan perwakilan fraksi dan kelompok DPD di ruang KK V, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (3/10/2019).
Foto: Antara/Galih Pradipta
Ketua MPR Sementara Abdul Wahab Dalimonthe (kiri) dan Wakil Ketua MPR Sementara Hillary Brigitta Lasut (kanan) memimpin rapat gabungan pimpinan sementara MPR dengan perwakilan fraksi dan kelompok DPD di ruang KK V, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (3/10/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok ketua MPR sementara Abdul Wahab Dalimunthe kerap mengundang gelak tawa. Sebab, ia kerap melontarkan pantun di sela-sela sidang paripurna yang ia pimpin.

"Ikan sepat, ikan gabus, makin cepat, makin bagus," kata Abdul Wahab pada saat memutuskan untuk menskors sementara sidang paripurna untuk menunggu sikap Partai Gerindra. 

Baca Juga

Tawa seisi ruangan paripurna kembali pecah saat Abdul Wahab kembali berpantun. Pantun tersebut disampaikan Abdul pada saat menunggu kedatangan Ketua Fraksi MPR Partai Gerindra.

"Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit dahulu bersenang kemudian," ujarnya.

Usai pelantikan, Abdul Wahab kembali berpantun. Sebelum menyerahkan palu, Abdul Wahab langsung menyampaikan dua pantun sekaligus.

"Kalau ada kaca yang pecah,

Jangan disimpan di dalam laci,

Kalau ada kata-kata kami yang salah,

Jangan simpan dalam hati," kata dia.

Kemudian,

"Jalan-jalan ke kota Jember,

Jangan lupa membeli semangka,

Kalau anda terpilih jadi Pimpinan MPR,

jangan sampai diperika KPK," kata Wahab yang langsung disambut tawa Anggota MPR yang hadir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement