TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Pelaksaan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Tasikmalaya tahun 2020 nanti dikhawatirkan tidak berjalan secara optimal. Hal ini karena anggaran yang disiapkan Pemkab Tasikmalaya bagi penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu jauh dari nilai pengajuan awal.
Mencover berbagai kebutuhan, KPU Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan anggaran sebesar Rp 85 miliar. Angka itu kemudian dirasionalisasi bersama Pemkab Tasikmalaya menjadi Rp 62 miliar. Namun akhirnya, anggaaran hanya disediakan Rp 57,5 miliar setelah dibahas bersama DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
AYO BACA : 220 Ribu Liter Air Bersih Siap Dibagikan ke Warga Tasik
"Perlu kita klarifikasi bahwa setiap rapat KPU, Bawaslu dengan pihak dewan, tidak ada kesepakatan akhir dan belum ada keputusan yang diambil terutama kepada masalah besaran anggaran Pilkada 2020," kata Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin, Kamis (19/9).
KPU terang Zamzam, sejak awal pihaknya berharap bisa duduk bersama dan membedah seluruh kebutuhan penyelenggaraan Pilkada yang dihadiri oleh semua pihak. Sayangnya, hingga anggaran telah ditetapkan pemerintah, rapat bersama belum pernah terjadi.
AYO BACA : 4 Nama Capim DPRD Kabupaten Tasik Diumumkan
"Kita akan terus membuka jalur komunikasi dengan pihak pemerintah. Kita minta pemerintah memberi solusi terbaik demi terselenggaranya hajat demokrasi warga Kabupaten Tasikmalaya yang la lancar serta demokratis," tutur Zamzam.
KPU juga tambah Zamzam akan membawa permasalahan tersebut ke KPU Provinsi. Hal itu jika ruang negosiasi tidak lagi memungkinkan di tataran kabupaten. Meski pun secara tegas Zamzam menyebutkan, apabila tidak ada lagi kemungkinan tambahan anggaran untuk Pilkada, maka KPU memutuskan untuk tetap menjalankan tahapan-tahapan sesuai ketersediaan anggaran.
"Kita paling akan sesuaikan, termasuk honor badan Adhock. Kita akan alokasikan sesuai tahapan, meski ada kegiatan yang tidak maksimal, " pungkas Zamzam.
AYO BACA : Pick Up Seruduk Kerumunan Anak TK, 1 Siswa Tewas