Jumat 06 Sep 2019 19:07 WIB

BPBD Sumsel Maksimalkan 7 Helikopter Atasi Karhutla

Kabut asap melanda Palembang terutama pada pagi dan sore beberapa hari ini.

Kabut asap di Sumatra Selatan
Foto: Antara/Ahmad Rizki Prabu
Kabut asap di Sumatra Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan berupaya memaksimalkan tujuh helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Banyuasin. "Kami berupaya meningkatkan operasi udara untuk mengatasi karhutla pada lokasi yang sulit dijangkau tim operasi darat," kata Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah di Palembang, Jumat (6/9).

Selain memaksimalkan helikopter, kegiatan operasi udara didukung pesawat jenis CASA 212 dari Skadron Udara 4 TNI AU Lanud Abdul Racman Saleh, Malang, untuk melakukan hujan buatan mendukung tim BPPT melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Untuk melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu perlu ditingkatkan operasi udara.

Baca Juga

Helikopter yang disiapkan meluncurkan bom air untuk memadamkan lahan terbakar yang sulit dijangkau oleh tim operasi darat dan membasahi lahan di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan sebagai tindakan pencegahan. Selain membantu pemadaman karhutla, helikopter dimanfaatkan secara intensif untuk pemantauan kawasan hutan dan lahan gambut yang rawan terbakar pada musim kemarau 2019 ini.

Dengan pemantauan secara intensif, Iriansyah berharap dapat dilakukan pencegahan sejak dini kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, pencegahan dapat meminimalkan bencana kabut asap yang bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Kabut asap yang melanda Kota Palembang terutama pada pagi dan sore hari dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh keberadaan 115 titik panas (hotspot) di sejumlah kabupaten dalam wilayah Sumsel yang tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan. Titik panas yang berpotensi menjadi titik api terbanyak, terpantau di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan 37 titik, 21 titik di Kabupaten Banyuasin, 20 titik di Kabupaten Musi Banyuasin, dan 13 titik di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement