Kamis 29 Aug 2019 07:45 WIB

Penumpang Transjakarta Tembus 850 Ribu Orang Saat Gage

Perluasan ganjil genap telah menyebabkan perpindahan penggunaan kendaraan.

Rep: Antara/ Red: Friska Yolanda
Petugas Transjakarta menyambut penumpang menggunakan kostum veteran di Halte Bundaran HI, Jakarta, Jumat (16/8).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas Transjakarta menyambut penumpang menggunakan kostum veteran di Halte Bundaran HI, Jakarta, Jumat (16/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selepas sosialisasi kebijakan perluasan ganjil genap (gage) yang kini mencakup 25 ruas jalan dimulai pada 12 Agustus 2019, pengguna layanan bus Transjakarta mengalami kenaikan drastis. Transjakarta mencatat ada 851.902 orang yang terangkut dalam sehari.

"Sosialisasi perluasan ganjil genap baru dilaksanakan 2 dua pekan. Tepat 2 hari lalu, jumlah penumpang Transjakarta mencapai 851.902 orang. Ini rekor tertinggi sejak Transjakarta mulai beroperasi," kata Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi di Jakarta, Rabu (28/8).

Prasetia mengungkapkan penambahan angka pengguna jasa Transjakarta tersebut terjadi karena perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum saat sosialisasi perluasan ganjil genap. Realisasi rata-rata pengguna Transjakarta sebelum sosialisasi ganjil genap menyentuh angka tertinggi 773.816 penumpang per hari pada bulan April 2019. Kemudian, jumlahnya meningkat hingga berkisar 840 ribu penumpang per hari saat dimulai sosialisasi perluasan ganjil genap beberapa pekan lalu hingga saat ini.

Melihat tingginya peningkatan penggunaan Transjakarta saat sosialisasi perluasan ganjil genap, perusahaan daerah tersebut menyatakan siap mengantisipasi pergeseran penumpang dari kendaraan pribadi ke Transjakarta ketika sanksi ganjil genap yang diperluas diberlakukan. Prasetia mengatakan bahwa antisipasi tersebut, termasuk mempersiapkan armada tambahan.

Namun, mereka mengaku masih melihat perkembangan terbaru hingga pemberlakuan ganjil genap pada 9 September 2019. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI yang mereka dapatkan, penurunan jumlah kendaraan pelat ganjil lebih tinggi daripada pelat genap, yaitu masing-masing 21 persen dan 16 persen.

"Kami masih memantau situasi di lapangan sejak awal sosialisasi. Transjakarta berpendoman pada data Dishub DKI terkait wilayah-wilayah mana saja yang harus ditambah armada. Kami harus tunggu hingga 9 September mendatang," ucapnya.

Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai pada 12 Agustus 2019 hingga 6 September 2019. Penerapan sanksi bagi pelanggar akan dimulai pada tanggal 9 September 2019.

Penerapan ganjil genap di DKI Jakarta dilaksanakan Senin sampai Jumat mulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB dan 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, kecuali hari libur nasional.

Total ada 25 ruas jalan di Jakarta yang terkena perluasan sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Ruas itu antara lain, Jalan RS Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Gunung Sahari, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Suryopranoto, Jalan Balik Papan, dan Jalan Tomang Raya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement