Senin 26 Aug 2019 21:16 WIB

6 Rumah di Bandung Dilalap Api, Diduga Berasal dari Kompor

Penyebab kejadian diduga dari kompor yang ditinggal saat memasak nasi.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Israr Itah
ilustrasi Kebakaran
Foto: Republika/ Yasin Habibi
ilustrasi Kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Enam rumah di Gang Awani, Jalan Astanaanyar, Kota Bandung, ludes dilalap api, Senin (26/8). Kebakaran yang terjadi pukul 18.28 WIB itu diduga berasal dari api kompor di salah satu rumah. 

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Kurnia Saputra mengatakan, sedikitnya enam rumah warga terbakar akibat kejadian tersebut. Masing-masing rumah milik Warsun yang didiami lima orang, Gugun yang ditinggali tujuh orang, Ibu Esih yang ditinggali sembilan jiwa, Juandu yang ditinggali lima orang, Warjo yang ditinggali empat orang, dan Didih dengan sembilan orang. 

Baca Juga

“Penyebab kejadian diduga dari kompor yang ditinggal saat memasak nasi,” kata Kurnia dalam laporannya. 

Menurut salah satu saksi mata, sekitar pukul 18.30 WIB pegawai warung capcay milik Gugun sedang memasak nasi. Saat warung ditinggal pemilik, terlihat api dari dapur. Kemudian, lanjutnya, warga setempat sempat melakukan penanganan awal menggunakan alat seadanya, tetapi api tidak bisa dikendalikan. Warga kemudian melaporkan kejadian ke Emergency Call 022-113. 

“Luas keseluruhan yang terbakar yakni 230 meter persegi,” ujarnya. 

Ia menambahkan laporan yang disampaikan warga langsung ditindaklanjuti oleh petugas. Diskar PB menurunkan 15 unit kendaraan untuk membantu mengevakuasi dan memadamkan api yang membesar. 

Setelah tiba di lokasi, kata dia, petugas berkoordinasi dengan pelapor. Kemudian pemadaman dilakukan secara menyeluruh pada area yang terbakar dan melakukan penyekatan. Setelah berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan pengecekan area yang terbakar.

Petugas juga mengimbau kepada warga sekitar untuk mencegah bahaya kebakaran agar menyediakan APAR (alat pemadam api ringan). “Tidak ada korban dalam kejadian ini,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement