Senin 12 Aug 2019 18:52 WIB

Ibu-Ibu Ikut Bersihkan Limbah Minyak Mentah di Karawang

Warga yang membersihkan limbah minyak mentah mendapatkan honor Rp 100 ribu per hari.

Warga membawa karung berisi ceceran minyak mentah yang berhasil dikumpulkan di Pantai Tanjungsari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/8/2019).
Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Warga membawa karung berisi ceceran minyak mentah yang berhasil dikumpulkan di Pantai Tanjungsari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/8/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Warga pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dari kalangan ibu-ibu ikut membersihkan limbah minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang tumpah di area bibir pantai. "Sebagian besar masyarakat terlibat dalam membersihkan area bibir pantai dari limbah minyak itu," kata Kepala Desa Cemarajaya Yong Lim Supardi, saat dihubungi di Karawang, Senin (12/8).

Ia mengatakan, saat ini masyarakat di desanya yang ikut terlibat membersihkan limbah minyak mentah di area bibir pantai utara wilayah Karawang tersebut semakin banyak. Menurut dia, para nelayan yang selama ini tangkapan ikannya terganggu akibat peristiwa tumpahnya minyak mentah di perairan utara Karawang, ikut membersihkan limbah minyak mentah di area bibir pantai.

Baca Juga

Dia mengatakan, masyarakat dari berbagai kalangan, seperti nelayan, tukang ojek, anak muda hingga kalangan ibu-ibu, ikut membersihkan area bibir pantai dari limbah minyak mentah. Kegiatan bersih-bersih area bibir pantai di wilayah Karawang itu sendiri sudah berlangsung sejak sekitar sebulan terakhir.

Warga membersihkan limbah minyak dengan mengumpulkannya di dalam karung. Selanjutnya karung itu dikumpulkan di halaman kantor desa, dan dikirim ke tempat pengolahan limbah.

Masyarakat yang ikut membersihkan limbah minyak mentah itu sendiri mendapatkan honor Rp 100 ribu per hari dari pihak Pertamina. Catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, dalam sehari ada sekitar 2.000 karung limbah minyak mentah yang terkumpul.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement