Selasa 30 Jul 2019 11:31 WIB

Rute KA Siliwangi Diperpanjang Hingga Stasiun Ciranjang

Rute KA Siliwangi sebelumnya hanya sampai Stasiun Cianjur.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini
Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) memadatkan batuan kerikil pada proyek reaktivasi jalur kereta Padalarang-Cianjur di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019).
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) memadatkan batuan kerikil pada proyek reaktivasi jalur kereta Padalarang-Cianjur di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Mulai tanggal 30 Juli 2019, perjalanan Kereta Api (KA) Siliwangi diperpanjang sampai Stasiun Ciranjang. 

“Selama ini, kereta api hanya sampai Stasiun Cianjur dari Sukabumi. Nah mulai tanggal 30 Juli ini, perjalanan keretanya diperpanjang sampai Stasiun Ciranjang,” Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea, Selasa (30/7).

Baca Juga

Noxy mengatakan, harga tiket tidak mengalami perubahan yaitu Rp 3.000 dengan rute Ciranjang – Cianjur – Sukabumi PP. Kereta Siliwangi tersebut merupakan kereta kelas ekonomi lokal PSO yang membawa empat kereta penumpang (gerbong) dan satu Kereta Makan dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 472 seat.  Kapasitas maksimal penumpangnya, bisa mencapai 600 orang lebih. Jarak yang ditempuh dari Sukabumi – Cianjur – Ciranjang adalah 50,905 Km atau dari Cianjur menuju Ciranjang adalah 12,304 km. 

"Waktu tempuh dari Cianjur menuju Ciranjang sekitar 28 menit dan dari Ciranjang menuju Sukabumi sekitar tiga jam," katanya.

Menurut Noxy, ada tiga kali perjalanan KA Siliwangi dari Ciranjang – Cianjur – Sukabumi PP dari pagi hingga malam hari. Noxy berharap, dengan diaktifkannya kembali jalur ini akan semakin memudahkan mobilisasi masyarakat di wilayah Cianjur sehingga Kabupaten Cianjur akan semakin maju. 

Sebelumnya, proses reaktivasi jalur penertiban dan pembongkaran jalur Cibatu-Garut sudah selesai. Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal, proses penertiban dan pembongkaran sudah 100 persen.

"Hadi ini sekarang sudah gelar rel pembangunannya. Targetnya akhir tahun 2019 selesai. Awal tahun harus sudah operasi," ujar Saridal kepada wartawan di Gedung Sate, Senin (22/7).

Menurut Saridal, rute Garut-Cibatu nanti dilanjutkan ke Bandung-Purwakarta nanti diteruskan ke Jakarta. "Yang sudah ada Cibatu dialihkan ke Garut nanti ditambah rangkaian," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement