Sabtu 27 Jul 2019 20:50 WIB

Syafii Maarif Beri Nasihat Mahfud MD Soal Kesehatan

Syafii Maarif menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Syafii Maarif
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Syafii Maarif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku mendapat nasehat mengenai kesehatan dari Syafii Maarif saat menjenguk mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (27/7).   

Mahfud menjenguk Buya Syafii bersama putri Gus Dur, Alissa Wahid. Beberapa saat sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bersama Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki juga datang mengunjungi Syafii.   

Baca Juga

"Kami dinasehati untuk jaga kesehatan karena kami yang lebih muda," kata Mahfud.   

Menurut Mahfud, saat ditemui, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu berbicara banyak hal, khususnya mengenai bagaimana menjaga kesehatan saat usia tua.   

"Bicaranya banyak soal kesehatan. Kesehatan orang tua," kata Mahfud.   

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, karena menderita hematuria. Buya Syafii itu diopname sejak Rabu (24/7).   

Dokter spesialis urologi RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman Praha Yuri memastikan Syafii Maarif bisa segera pulang dari rumah sakit seiring kondisi kesehatannya yang terus membaik.   

"Hari ini atau besok (Syafii Maarif) sudah bisa pulang," kata Yuri.   

Menurut Yuri, kondisi kesehatan Syafii Maarif saat ini sudah berangsur membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa. "Sakitnya, keluhan Buya masuk rumah sakit karena kencing berdarah. Kemungkinan disebabkan ada iritasi batu ginjal sebelah kanan," kata Yuri.   

Menurut Yuri, Tim dokter telah melakukan terapi extrcorporealshock-wavelithotripsy (ESWL) atau pemecahan batu dengan gelombang kejut, selanjutnya akan dibantu agar batu ginjal bisa keluar.   

"Kalau berapa hari (proses pengeluaran batu ginjal) secara pasti tidak ada, tapi apabila batu pecah di bawah 4 mm atau 3 mm bisa keluar 100 persen," kata Yuri

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement