Jumat 22 Mar 2019 07:39 WIB

Politikus Nasdem Sebut OK OCE Proyek Gagal

Sandi tidak memberikan data konkret yang mendukung klaim keuntungan OK OCE.

Johnny G. Plate
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Johnny G. Plate

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Nasdem Johnny G Plate menilai program One Kecamatan, One Center for Enterpreneurship (OK OCE) yang ditawarkan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, dalam debat cawapres ketiga merupakan proyek gagal. Ia mempertanyakan klaim Sandiaga bahwa OKE OCE telah menyumbang perekonomian Jakarta patut dipertanyakan.

Johnny mengatakan sejauh ini, dirinya belum melihat adanya keberhasilan dari program tersebut. Bahkan, kata dia, jarang sekali ditemui program tersebut di kecamatan-kecamatan di Jakarta. 

Baca Juga

"Maka, wajar bila kami mempertanyakan mengenai hal ini," kata Johnny yang juga wakil ketua TKN Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Johnny G Plate, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/3) malam.

Johnny mengatakan dalam pernyataannya, Sandi tidak memberikan data konkret yang mendukung klaim keuntungan OK OCE sebesar Rp359 miliar tersebut. Ia pun mempertanyakan validitas program OK OCE yang telah menyumbang perekonomian ratusan miliar

Sebelumnya, saat menyapa warga di Kampung Melayu, Jakarta, Sandiaga memamerkan prestasi OK OCE yang sudah terbentuk di DKI Jakarta. Sandi mengatakan warga DKI yang tergabung di OK OCE sudah 90 ribu orang dan telah membuka 29.346 lapangan kerja.

Tak hanya itu, Sandi juga menyebut OK OCE berperan aktif bagi peningkatan ekonomi di DKI sebesar Rp359 miliar. Terlepas dari permasalahan apakah memberikan sumbangsih kepada perekonomian Jakarta atau tidak, kata Johnny, TKN justru melihat adanya ketidakberhasilan dari program ini.

"Pertama, dilihat dari pencapain target yang tidak sesuai," katanya.

Mulanya, kata dia, program tersebut menargetkan untuk menyertai 200.000 partisipan di 44 kecamatan di Jakarta. Namun saat Ini, partisipan yang terdaftar pada program OKE OCE baru mencapai 60 ribu orang bukan 90 ribu orang seperti yang dikatakan Sandiaga.

"Jadi wajar kalau kami mempertanyakan validitasnya," ujarnya

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement