Ahad 03 Feb 2019 17:59 WIB

Rhoma Akui Terobsesi Ingin Satukan NU dan Muhammadiyah

Rhoma berlatar belakang dekat dengan NU tapi merasa cocok dengan visi misi PAN.

Haji Rhoma Irama saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Besar At Taqwa, Banyuwangi, Ahad (3/2).
Foto: Istimewa
Haji Rhoma Irama saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Besar At Taqwa, Banyuwangi, Ahad (3/2).

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Bagi Raja Dangdut Rhoma Irama, keputusannya bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN) adalah bukti bahwa NU dan Muhammadiyah bisa bersatu membawa aspirasi umat Islam.

"Kenapa PAN? Karena obsesi saya adalah ingin menyatukan NU dan Muhammadiyah yang merupakan kunci kebangkitan umat Islam Izzul Islam wal Muslimin," kata Rhoma dalam rilis, Ahad (3/2).

Demikian disampaikan Rhoma Irama saat menghadiri Tabligh Akbar peringatan Maulid Nabi di Masjid Besar At Taqwa, Tembok Rejo, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (3/1). Acara ini dihadiri ribuan fans Soneta dari Banyuwangi dan sekitarnya.

Rhoma Irama menjelaskan walaupun latar belakangnya yang lebih dekat dengan NU, tapi ia merasa cocok dengan visi misi PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan.

"PAN konsisten Bela Rakyat dan Bela Umat. Pilkada DKI sampai Pilpres sikapnya jelas berdiri bersama ummat. Maka Pemilu 2019 ini saya berjuang bersama PAN," ujar dia.

Seperti diketahui, Rhoma Irama bersama Partai Idaman telah menyatakan mendukung PAN di Pemilu 2019 mendatang. Roadshow "Dendang Kemenangan" Jawa Timur Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Rhoma Irama telah berlangsung sejak 28 Januari hingga 3 Februari ini.

Zulkifli Hasan dan Rhoma Irama sudah menyapa warga di Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Sampang, Bangkalan, Surabaya dilanjutkan ke Probolinggo, Jember dan Banyuwangi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement