REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Staf Khusus Presiden Yovie Widianto dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad mengadakan diskusi di Kantor Sekretariat Kabinet RI, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3). Pertemuan ini membahas isu strategis, termasuk strategi menjadikan Bahasa Indonesia mendunia.
Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif. Teddy menjelaskan bahwa Bahasa Indonesia harus diposisikan tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai modal kreatif dan kekuatan identitas bangsa yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Teddy menambahkan, Bahasa Indonesia sebagai identitas dan jati diri bangsa harus mendunia, terutama melalui media seperti seni, film, dan musik. Ia mencontohkan bagaimana Korea Selatan berhasil memperkenalkan Bahasa Korea ke dunia melalui musik K-Pop dan film, serta beberapa kata dalam bahasa Korea yang kini dikenal luas.
"Dari ratusan ribu kosakata Bahasa Indonesia, harus ada satu, dua kata yang mendunia. Melalui musik, film, dan seni, kita sebarkan pengaruh budaya dan Bahasa Indonesia ke dunia internasional," ujar Teddy.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.