REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP, – Penjualan ikan asin di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Teluk Penyu, Cilacap, belum menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Lebaran tahun ini. Kusmiyati, seorang pedagang, mengungkapkan bahwa kondisi ini berbeda dibandingkan periode mudik sebelumnya.
Kusmiyati menyatakan biasanya satu minggu sebelum Lebaran, kawasan tersebut sudah ramai oleh pembeli yang mencari oleh-oleh. Namun, hingga saat ini, mayoritas pembeli masih didominasi oleh warga lokal, sementara pengunjung dari luar daerah belum banyak terlihat.
Kawasan THR Teluk Penyu dikenal sebagai pusat aktivitas wisata di Cilacap dan sering menjadi titik singgah pemudik Jalur Selatan. Deretan kios di kawasan ini menjual berbagai produk hasil laut, termasuk ikan asin, yang ditawarkan dalam bentuk curah maupun kemasan dengan harga mulai dari Rp25 ribu hingga Rp300 ribu per kilogram.
Meski demikian, Kusmiyati mengakui bahwa kawasan tersebut masih ketinggalan dibandingkan daerah lain seperti Pangandaran yang lebih ramai. Ia berharap adanya pengembangan kawasan dan penyelenggaraan kegiatan yang dapat menarik lebih banyak pengunjung.
“Kalau ada acara biasanya lebih ramai. Tapi di sini belum banyak,” ujarnya. Kusmiyati tetap bertahan dengan mengandalkan modal sendiri dan tidak terlalu bergantung pada target penjualan tinggi. “Yang penting sehat, masih bisa makan. Rezeki kita jalani saja,” katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.