Ahad 16 Dec 2018 19:41 WIB

Jogja Bike Tambah Sepeda Penuhi Permintaan Akhir Tahun

Wisata bersepeda diharapkan menjadi alternatif untuk menikmati Yogyakarta.

Sejumlah wisatawan berada di kawasan wisata Jalan Malioboro, Yogyakarta.
Foto: Antara
Sejumlah wisatawan berada di kawasan wisata Jalan Malioboro, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Layanan bike sharing di Kota Yogyakarta yang dapat diakses melalui aplikasi Jogja Bike akan menambah jumlah sepeda. Penambahan menjadi 200 unit dilakukan untuk memenuhi permintaan wisatawan menjelang libur panjang akhir tahun.    

"Akhir tahun ini, jumlah sepeda yang dioperasionalkan bertambah menjadi 200 unit atau meningkat cukup banyak dibanding pada saat peluncuran yaitu sebanyak 20 unit sepeda," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di sela peresmian "Shelter Pit Jogja Bike" di Taman Pintar Yogyakarta, Ahad (16/12).    

Baca Juga

Menurut Haryadi, keberadaan sepeda melalui layanan Jogja Bike memberikan alternatif wisata kepada wisatawan untuk menikmati suasana Kota Yogyakarta dengan cara yang unik yaitu bersepeda. Setiap wisatawan atau masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan bike sharing tersebut terlebih dulu harus mengunduh aplikasi Jogja Bike yang bisa diakses melalui Playstore. Aplikasi tersebut digunakan untuk membuka kunci sepeda. Seluruh sepeda disediakan di shelter pit yang ada di beberapa titik.    

Saat ini, sudah ada lima shelter pit yang berada di kawasan Malioboro. Yaitu di Loko Café Stasiun Tugu, Malioboro Mall, Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY, Museum Vredeburg dan di Taman Pintar sebagai titik kelima.    

Peresmian shelter pit di Taman Pintar sekaligus dilakukan untuk memperingati ulang tahun ke-10 tempat wisata edukasi dan rekreasi milik Pemerintah Kota Yogyakarta tersebut. Shelter pit di Taman Pintar dinilai cukup strategis karena wisatawan dapat mengakses berbagai tujuan wisata dengan mudah seperti mengunjung Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga berbelanja di sejumlah pusat oleh-oleh.    

"Namun demikian, setiap wisatawan atau masyarakat yang memanfaatkan layanan bike sharing ini harus mengingat untuk selalu menjaga dan merawat kondisi sepeda. Pengendara pun harus tetap mematuhi peraturan lalu lintas saat menggunakan sepeda," katanya.    

Sejak diluncurkan pada Oktober, layanan bike sharing tersebut sudah diakses oleh sekitar 4.000 pengguna dan diharapkan jumlahnya akan terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah sepeda menjadi 1.000 unit pada 2019 dengan 15 shelter pit.    

"Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti bersekolah atau berkeliling kota," katanya. Haryadi menambahkan, keberadaan layanan Jogja Bike sejalan dengan pembangunan Kota Yogyakarta yang ingin mewujudkan Yogyakarta sebagai smart city.

Sementara itu, Komisaris Jogja Bike Trianto mengatakan akan terus mengembangkan layanan bike sharing tersebut sehingga jangkauannya semakin luas dan layanan tersebut menjadi salah satu jawaban untuk memberikan alternatif akses yang praktis dan nyaman bagi wisatawan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement