Ahad 04 Nov 2018 23:48 WIB

Ma'ruf Amin: Saat Ini Banyak Aliran al-Makiyun

Kiai Ma'ruf mengimbau agar berkomunikasi dengan cara yang santun.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin melambaikan tangan seusai meresmikan Soft Launching Rumah Aspirasi Rakyat #01 di Jalan Proklamasi, Jakarta, Ahad (4/11).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin melambaikan tangan seusai meresmikan Soft Launching Rumah Aspirasi Rakyat #01 di Jalan Proklamasi, Jakarta, Ahad (4/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, menyebut di Indonesia saat ini banyak aliran "al-makiyun". Maksudnya, kata ia, bukan ahli Makkah, tapi mereka yang suka maki-maki.

"Ya sebaiknya dalam berkomunikasi jangan dengan cara maki-maki, tapi dengan cara yang santun," kata KH  Ma'ruf Amin saat menyampaikan sambutan pada acara peluncuran Rumah Aspirasi Rakyat #01, di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Sabtu petang.

Peluncuran Rumah Aspirasi Rakyat #01 dihadiri antara lain, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, serta  Ketua Rumah Aspirasi Deddy Sitorus.

Baca juga, Ma'ruf Amin Yakin Bisa Rebut Suara Banten.

Menurut Ma'ruf Amin, Presiden Joko Widodo dan ia mengajak masyarakat Indonesia untuk hijrah dari dari kondisi yang kurang baik menuju ke kondisi yang lebih baik.

"Pak Jokowi sudah sering menyampaikan kepada masyarakat untuk dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Dari yang suka berkomunikasi dengan maki-maki agar berkomunikasi secara santun," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ma'ruf mengimbau, masyarakat Indonesia untuk dapat menjaga sikap yang santun dan berkeadaban. Hal itu lebih baik dari pada berbicara dengan maki-maki.

Pada kesempatan tersebut, Ma'ruf juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo selama empat tahun menjalankan amanah sebagai Presiden sudah banyak melakukan pembangunan serta perbaikan-perbaikan. "Pak Jokowi sudah banyak melakukan perubahan menuju yang lebih baik," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement