Kamis 18 Oct 2018 23:08 WIB

Pemkot Bandung Dapat Hibah Swasta Tata PKL Malabar

Sebanyak 18 kios baru telah siap diisi oleh para pedagang.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Dwi Murdaningsih
Pedagang Kaki Lima
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Pedagang Kaki Lima

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendapatkan hibah dari pihak swasta untuk menata pedagang kaki lima (PKL). Penataan PKL ini difokuskan pada Jalan Malabar.

Pemkot berkolaborasi dengan PT. Mayora Indah Tbk untuk menata pedestrian di jalan tersebut. Penataannya juga dengan mempercantik kios para PKL."Kami arahkan PT. Mayora ke dua pihak. Untuk penataan PKL-nya kita sambungkan dengan asosiasi PKL. Sedangkan untuk pedestrian, kita arahkan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU)," ungkap Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Bandung Lusi Lesminingwati di Balai Kota Bandung seperti dalam siaran persnya., Rabu (17/10).

Lusi mengatakan, PT. Mayora memberikan bantuan perbaikan pedestrian melalui mekanisme hibah. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut juga dialokasikan untuk menyediakan kios baru untuk para pedagang.

Sebanyak 18 kios baru telah siap diisi oleh para pedagang. Kios tersebut menggunakan sistem knock down sehingga memudahkan untuk dibongkar pasang. "Ada 15 kios PKL yang mendapatkan manfaat, ditambah 1 kios untuk menjual produk ibu-ibu PKK, 1 kios untuk produk Mayora, 1 lagi untuk sekretariat," ujar Lusi.

Rencananya, PT. Mayora beserta Satuan Tugas (Satgas) PKL akan meresmikan penyerahan bantuan itu pada Sabtu, 20 Oktober 2018 mendatang. Rencananya, Wali Kota Bandung Oded M. Danial akan meresmikannya.

Selain Jalan Malabar, PT. Mayora Indah Tbk juga akan menata dua titik lainnya. Dua titik lain yang sudah proses penataan, yaitu di Jalan Purnawarman dan Jalan Hasanudin.

"Tapi yang 100 persen sudah selesai baru yang Jalan Malabar," ucapnya.

Sementara itu, Oded mengapresiasi bantuan oleh perusahaan swasta itu kepada Pemerintah Kota Bandung. Ia bahkan secara terbuka mengajak PT. Mayora Indah untuk membantu Pemkot Bandung menata di titik-titik lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement