Selasa 16 Oct 2018 14:12 WIB

Akankah Skybridge Jadi Solusi Bagi Keruwetan di Tanah Abang?

PKL di Jalan Jatibaru segera dipindahkan ke skybridge Tanah Abang.

Rep: Flori Sidebang, Antara/ Red: Andri Saubani
Pedagang kaki lima meninjau lapak yang berada di  Skybridge atau jembatan  penyemberangan muti guna  dalam acara soft launching penempatan PKL dan pemanfaatan jembatan penyebrangan  multi guna di kawasan tanah abang, Jakarta Pusat, Senin (15/10).
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Pedagang kaki lima meninjau lapak yang berada di Skybridge atau jembatan penyemberangan muti guna dalam acara soft launching penempatan PKL dan pemanfaatan jembatan penyebrangan multi guna di kawasan tanah abang, Jakarta Pusat, Senin (15/10).

REPUBLIKA.CO.ID, PD Pembangunan Sarana Jaya bersama Pemprov DKI mengadakan soft opening skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/10). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai dua JPM.

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Pinontoan mengatakan, meski sudah dilakukan soft opening, tapi skybridge belum dapat dioperasikan secara fungsional. Hal itu disebabkan karena pertimbangan alasan keamanan serta kenyamanan.

"Rencana 15 Oktober ini bisa digunakan secara terbatas, khususnya pejalan kaki dari Stasiun Tanah Abang yang menuju ke Blok G," ujar Yoory saat memberi sambutan dalam soft opening skybridge tersebut.

Beberapa material bangunan terlihat masih tergeletak di beberapa sudut jembatan setinggi 12 meter itu. Mulai dari bungkusan semen, pipa paralon, dan tumpukan plastik lainnya.

Para pekerjanya pun sibuk memotong besi menggunakan gergaji khusus yang disambungkan dengan aliran listrik. Suara yang dihasilkan dari gesekan gergaji dan potongan besi itu menggema di sepanjang jembatan itu.

Keadaan yang masih berantakan itu juga disertai dengan banyaknya debu. Ketika angin berhembus, debu-debu tersebut ikut terbawa. Membuat orang-orang yang ada di sekitarnya menutup hidung dan mulut menggunakan tangan, serta menyipitkan matanya agar tidak kelilipan debu.

Pembangunan JPM di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta pusat itu telah berlangsung sejak 3 Agustus 2018 lalu. Setelah 2,5 bulan berlalu, progres pembangunannya sudah mencapai 78 persen.

Sebanyak 100 unit kios atau lapak telah selesai dibuat di JPM yang juga disebut skybridge ini. Ditargetkan akan ada 446 lapak yang bisa digunakan oleh para pedagang kaki lima (PKL).

Para PKL yang mendapat izin berjualan di skybridge sebelumnya telah terdata oleh pihak Pemprov DKI Jakarta dan Ombudsman RI Jakarta. Mereka yang dulunya berjualan di trotoar Jalan Jatibaru, kemudian mendapatkan nomor undian yang menentukan, lapak mana yang bisa mereka gunakan. Proses pengundian dilakukan di kantor Kecamatan Tanah Abang pada tanggal 11-13 Oktober 2018.

Lapak-lapak sebesar 1x1,5 meter itu dibatasi dengan papan kayu yang dicat warna hijau tosca. Tinggi papan pembatasnya pun tidak sampai satu meter. Hanya sekitar 70-80 sentimeter.

Selain di atas skybridge yang masih bertebaran berbagai material bangunan, hal yang sama juga terlihat di bawahnya. Beberapa pekerja tampak sedang membongkar trotoar yang ada.

Pejalan kaki pun tampak sudah melewati Jalan Jatibaru yang ada di bawah skybridge. Bahkan ada beberapa pengendara sepeda motor yang juga melintas. Meskipun jalan tersebut belum resmi dibuka untuk umum. Hanya saja seng-seng yang selama ini menutupi jalan itu, sudah mulai disingkirkan.

"Jalan Jatibaru akan dibuka secepatnya, rencananya paling lambat besok. Setelah berbagai material yang ada di sana dibereskan," ujar Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Pinontoan.

Pitranita, salah seorang PKL yang telah mendapatkan undian nomor enam mengaku senang bisa mendapatkan lapak di skybridge. Perempuan berkulit sawo matang itu juga mengatakan, sebelumnya ia berjualan pakaian di trotoar Jalan Jatibaru menggunakan tenda.

"Harapannya jualan di sini bisa lebih ramai lagi dari yang sebelumnya," kata perempuan yang sudah lima tahun berjualan di Tanah Abang itu.

Kurniyah, PKL lainnya yang nanti akan menempati lapak nomor 12 justru berharap ke depannya lapak yang disediakan memiliki penutup atau ruang penyimpanan untuk barang dagangan miliknya.

"Kalau kayak gini kan kepikiran bagaimana beresinnya. Ribet kalau naik-turun. Ya mungkin ini karena baru soft opening, jadi belum selesai 100 persen, kita juga baru bisa dagang kan akhir Oktober ini," ujar perempuan yang akrab disapa Nia.

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan, ada dua hal terkait soft opening yang dilakukan kemarin. Pertama, adalah sebagai bentuk sosialisasi kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang akan berjualan di skybridge. Sehingga, para PKL dapat melihat langsung tempat yang akan digunakan berjualan nantinya.

"Hari ini kita tunjukkan kepada mereka, para pedagang, ini lho tempatnya. Jangan sampai mereka tidak tahu tempatnya," ujar Bayu saat ditemui di lokasi.

Kedua adalah terkait dengan arus lalu lintas di bawah skybridge. Bayu menambahkan, sore ini kemungkinan Jalan Jatibaru yang berada di bawah skybridge sudah mulai bisa dibuka untuk dilalui kendaraan.

"Insya Allah sore ini atau paling lambat besok, kita sudah bisa mengasasmen traffic," imbuhnya.

Baca juga

Uji coba pembukaan Jalan Jatibaru

Pada Senin sore, Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan uji coba pembukaan jalur lalu lintas di Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang. Uji coba ini menindaklanjuti rekomendasi dari Ombudsman Republik Indonesia.

"Kita umumkan kepada khalayak bahwa jalan ini mulai hari ini dalam uji coba untuk dibuka dua arah bagi umum," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi, Senin petang.

Irwandi menjelaskan, selama uji coba, Pemprov DKI Jakarta sementara waktu hanya memperbolehkan sepeda motor melintas di jalur tersebut. Sedangkan, kendaraan umum belum semuanya diperbolehkan melintas di lokasi.

"Selama uji coba jamnya juga kita batasi untuk keperluan pengerjaan skybridge agar cepat rampung," katanya.

Uji coba pembukaan jalur dimulai pukul 17.00-19.00 dan pukul 04.00-19.00. Kebijakan ini diberlakukan hingga 30 Oktober 2018 nanti.

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak menambahkan, untuk sterilisasi jalur, pihaknya mengerahkan 50 personel di setiap titik. Petugas Satpol PP juga membantu menghalau para pedagang kaki lima (PKL).

"Kita akan siagakan sekaligus evaluasi apa saja rambu yang dibutuhkan di sepanjang jalur ini sebelum diajukan ke dinas," ucap Harlem.

Jalan Jatibaru Raya sebelumnya sempat ditutup setelah sebagian badan jalan dipergunakan untuk penempatan PKL sementara sebagian jalan lainnya dipergunakan hanya untuk jalur Transjakarta. Kebijakan ini pun diprotes keras oleh para sopir angkotan kota yang biasa melintas di Jalan Jatibaru.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sampai dilaporkan ke kepolisian atas kebijakan penutupan Jalan Jatibaru. Ombudsman RI pun menemukan ada maladministrasi penataan Tanah Abang oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kini, setelah ada desakan dari Ombudsman RI dan pembangunan skybridge Tanah Abang mulai dirampungkan, Jalan Jatibaru mulai dibuka. Para PKL nantinya akan dipindahkan ke skybridge dan pasar Blok F.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta, Teguh Nugroho mengatakan, pembukaan Jalan Jatibaru menunggu pembersihan material-material yang masih berserakan di bawah skybridge. Namun, ia berharap Jalan Jatibaru sudah bisa segera dibuka kembali.

"Jadi ini sudah memenuhi tindakan korektif yang kami sampaikan sebelumnya bahwa Jalan Jatibaru harus segera dibuka," papar Teguh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement