Selasa 09 Oct 2018 17:33 WIB

Malaysia Bantu Pesawat Hingga Dana untuk Korban Gempa Palu

Malaysia akan membantu rehabilitasi di sektor pendidikan.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Wapres Jusuf Kalla saat menerima Dato' Seri Dr. Wan Azizah Dr Wan Ismail Deputy Prime Minister of Malaysia di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/10).
Foto: dok. Tim Media Wapres
Wapres Jusuf Kalla saat menerima Dato' Seri Dr. Wan Azizah Dr Wan Ismail Deputy Prime Minister of Malaysia di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah di kantornya, Selasa (9/10). Dalam pertemuan tersebut, Wan Azizah menyampaikan bahwa Pemerintah Malaysia telah memberikan bantuan untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Kami simpati dan menawarkan apa yang bisa kami bantu untuk meringankan beban gempa di Sulawesi Tengah," ujar Wan Azizah usai pertemuan, Selasa (9/10).

Wan Azizah menjelaskan, Pemerintah Malaysia telah memberikan bantuan berupa Airbus A400M untuk mengangkut bahan bakar minyak yang didistrubusikan oleh Pertamina dari Balikpapan. Selain itu, Malaysia mengirimkan pesawat C130 yang digunakan untuk mengangkut logistik.

Tak hanya pesawat, Pemerintah Malaysia juga akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 3,67 miliar. Pemerintah Malaysia juga akan membantu rehabilitasi di sektor pendidikan.

"Bantuan dana bencana tersebut sudah kami berikan pada 4 Oktober 2018," kata Wan Azizah.

Gempa melanda Palu, Donggala, dan Sigi pada 28 September 2018. Gempa tersebut juga diikuti tsunami yang menerjang Kota Palu. BNPB mencatat, hingga pendataan hari kesebelas, setidaknya sebanyak 67.310 unit rumah rusak di wilayah Palu dan Donggala. Tak hanya itu, sebanyak 99 unit fasilitas ibadah juga rusak dan 20 unit fasilitas kesehatan turut rusak. Adapun jumlah pengungsi secara total mencapai 82.775 orang. Ada 74.044 orang yang mengungsi di 112 titik di Sulteng serta 8.731 orang mengungsi keluar Sulteng.

Total korban meninggal dunia sebanyak 2.010 orang. Korban meninggal paling banyak ditemukan di kecamatan Balaroa dan Petobo. Dua wilayah tersebut adalah kawasan di mana terjadi likuefaksi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement