Ahad 07 Oct 2018 02:45 WIB

Mendikbud: Butuh Dua Bulan Bangun Sekolah Darurat di Palu

Alasannya, kerusakan di tiga daerah tersebut sangatlah berat dan parah.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Israr Itah
Mendikbud Muhadjir Effendy hadiri Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2018.
Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Mendikbud Muhadjir Effendy hadiri Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memperkirakan sekolah darurat di Palu, Donggala dan Sigi bisa dibangun paling lambat dua bulan ke depan. Alasannya, kerusakan di tiga daerah tersebut sangatlah berat dan parah.

"Sejujurnya ini cukup berat. Jadi, sekolah darurat paling lambat dua bulan, dan pendataan saya harap dua pekan selesai," kata Muhadjir saat meninjau kerusakan SMPN 10 Kota Palu, Sabtu (6/10).

Dia menekankan, meski dalam keadaan berduka kegiatan belajar mengajar harus segera dilakukan. Jangan sampai, anak-anak terlalu lama meninggalkan sekolah. 

Sementara menunggu bantuan pusat, dia meminta agar pemerintah daerah dan pihak sekolah bergotong royong untuk turut membangun sekolah darurat. Sebab, dari 2.736 sekolah yang rusak, hanya 300 sekolah yang rusak berat.

"Jadi ada kemungkinan bisa memanfaatkan bahan material yang ada di sini untuk membangun sekolah darurat sebelum kami kirim terpal nanti," jelas Mendikbud.

Dia pun kembali mengimbau, agar Pemda proaktif merangkul anak-anak di pengungsian untuk mau kembali ke sekolah. Pemda dan pihak sekolah dia minta untuk 'jemput bola' karena pendidikan tetap hal utama bagi anak.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement