Ahad 16 Sep 2018 18:41 WIB

BPJS Menunggak, RSUD Tarakan Kesulitan Sediakan Obat

Rumah sakit mengatur ulang jadwal tindakan-tindakan.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Petugas menyortir kartu BPJS kesehatan.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Petugas menyortir kartu BPJS kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunggakan BPJS Kesehatan cukup mengganggu operasional rumah sakit. Wakil Direktur RSUD Tarakan dr Yudi Amiarno mengatakan  salah satu yang paling terpengaruh adalah ketersediaan obat.

"(Tunggakan BPJS) ya sangat mengganggu lah. Untuk tarakan ada beberapa obat yang sulit tapi obat life safing tersedia. Tunggakan ini efek ke pasien ya ketersediaan obat," kata Yudi kepada Republika.co.id, Ahad (16/9).

Meskipun mengakui memiliki kesulitan menyediakan obat, Yudi mengatakan rumah sakit mengakalinya dengan beberapa cara. Antara lain adalah mengatur ulang jadwal tindakan pada pasien. Oleh karena itu, operasional rumah sakit tetap lancar berjalan dan pasien dapat membeli obat dengan mudah tanpa harus mengantre atau ke apotek lain.

"Yang dilakukan di Tarakan antara lain dengan mengatur ulang jadwal tindakan-tindakan," kata Yudi menjelaskan.

Untuk mengatasi tunggakan ini, Kementerian Keuangan akan menyediakan dana untuk menutupi kekurangan pada rumah sakit. Menanggapi hal ini, Yudi menyambut baik dan berharap meskipun terjadi beberapa hal yang mengganggu kelancarannya, BPJS Kesehatan harus tetap berjalan.

"Ya mestinya begitu. Ini program pemerintah, amanah Undang-undang. Harus tetap jalan program ini dan bagus untuk masyarakat," kata dia.

Komisi IX DPR RI akan menggelar rapat gabungan dengan Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan untuk membahas masalah tersebut.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan akan memberikan dana talangan kepada BPJS Kesehatan guna membayar sejumlah tagihan dari rumah sakit.

"Untuk sementara, mengenai kebutuhan karena memang ada beberapa yang sudah menunjukkan tagihan dari rumah sakit, kita akan memberikan tambahan kepada BPJS. Sekarang prosedurnya sedang dilakukan dari sisi penganggarannya," kata Sri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement