Senin 02 Jul 2018 18:12 WIB

Pemkab Simalungun Siapkan Shalat Gaib Korban Sinar Bangun

Bagi yang beragama Nasrani juga akan diadakan kebaktian.

Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun memanjatkan doa dalam prosesi tabur bunga di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun memanjatkan doa dalam prosesi tabur bunga di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).

REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN -- Pemerintah Kabupaten Simalungun menyiapkan shalat gaib dan doa bersama untuk mendoakan penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatra Utara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Simalungun Akmal Harif Siregar di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun, Senin (2/7), mengatakan ibadah berupa shalat gaib itu digelar di sekitar areal monumen   tenggelamnya kapal tersebut. Doa dan shalat gaib tersebut mengundang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun Abdul Halim Lubis dan Pimpinan Persulukan Naghsabandiyah Tuan Guru Muda Sakban Rajagukguk.

Bagi keluarga korban dan warga yang beragama Nasrani akan melaksanakan kebaktian dan doa bersama yang lokasinya berdekatan. "Lokasinya masih di satu areal, rencananya akan digelar besok (3/7) pukul 09.00 WIB," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori Pemkab Simalungun Lurinim Purba mengatakan selain keluarga korban, pihaknya juga mengajak warga yang dekat dari Kecamatan Dolok Pardamean untuk mengikuti kegiatan itu. "Ajakannya sudah kami sampaikan melalui camat dan pangulu (kepala desa)," katanya.

Kapal kayu KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6), sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam proses pencarian, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.

Baca juga: Pro Kontra Keluarga Soal Penghentian Pencarian Sinar Bangun

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement