Sabtu 19 May 2018 22:11 WIB

Polisi Korban Ledakan di Surabaya Membaik

Aiptu Achmad Nurhadi menjadi korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Pecahan kaca di Gereja Santa Maria akibat serangan bom, Ahad (13/5).
Foto: Trisnadi/AP
Pecahan kaca di Gereja Santa Maria akibat serangan bom, Ahad (13/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kondisi Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Achmad Nurhadi saat ini dikabarkan membaik. Achmad Nurhadi merupakan seorang polisi yang menjadi salah satu korban ledakan serangan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Surabaya, Ahad (13/5) pekan lalu.

"Pasien sudah bisa berkomunikasi. Itu artinya kondisinya membaik," ujar Kepala Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya dr Pesta Parulian kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (19/5).

Aiptu Nurhadi adalah salah satu petugas yang melakukan pengadangan terhadap dua orang pelaku bom bunuh diri yang saling berboncengan sepeda motor. Kala itu, dua pelaku berupaya menerobos masuk ke dalam Gereja Santa Maria Tak Bercela, pada 13 Mei lalu.

Menurut keterangan saksi mata, tubuh Aiptu Nurhadi terhempas saat bom bunuh diri itu diledakkan oleh kedua pelaku di atas sepeda motornya. "Banyak serpihan bom melekat di tubuhnya saat pertama kali pasien Nurhadi dibawa ke RSUD Dr Soetomo," ujar Pesta.

Serpihan bom tersebut di antaranya juga bersarang di kedua mata Aiptu Nurhadi. Seluruh serpihan bom yang melekat di tubuh Aiptu Nurhadi, menurut Pesta, sudah dibersihkan, termasuk yang melekat di salah satu matanya.

"Pemeriksaan terhadap kondisi pasien Nurhadi masih harus rutin dilakukan,” kata dia. 

Sekarang, dia mengatakan, kondisi Nurhadi terbilang membaik karena sudah bisa diajak berkomunikasi. “Tinggal dilakukan pemulihan kondisi fisik maupun psikisnya yang saya rasa membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya.

Serangan bom bunuh diri terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, selama dua hari, pada Ahad dan Senin (14/5). Jumat (18/5) kemarin, RSUD Dr Soetomo mengumumkan seorang lagi korban meninggal dunia atas nama Giri Catur Sungkowo.

Giri meninggal setelah hampir sepekan menjalani perawatan luka bakar akibat ledakan di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno Surabaya, pada 13 Mei. Dengan demikian, tercatat korban meninggal akibat serangan bom bunuh diri hingga kini berjumlah 14 orang, selain 48 lainnya mengalami luka-luka. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement