Kamis 12 Apr 2018 00:07 WIB

Warga Keluhkan Bau Busuk TPA Putri Cempo

Bau busuk tercium warga yang bermukim sampai sekitar 5 kilometer dari TPA

Rep: Andrian Saputra/ Red: Esthi Maharani
TPA Putri Cempo
Foto: Andrian Saputra / Republika
TPA Putri Cempo

REPUBLIKA.CO.ID,  SOLO --- Warga Mojosongo mengeluhkan bau busuk yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Bau busuk tercium  warga yang bermukim sampai sekitar 5 kilometer dari TPA Putri Cempo. Rabu (11/4), Republika pun mendatangi TPA Putri Cempo.

Jauh sebelum masuk ke kawasan TPA Putri Cempo atau sekitar Jalan Sibela Raya bau busuk sudah mulai tercium. Bau busuk semakin menyengat saat Republika melintas jalan Mayor Achmadi hingga Jalan Pelangi Raya, lokasi TPA Putri Cempo.

Dari sejumlah warga yang ditemui mengaku resah dengan bau busuk tersebut. Bambang misalnya yang merasa terganggu dengan bau tersebut. Menurutnya bau tersebut telah menggangu aktivitas warga terlebih yang hendak melintas hingga Jalan Mayor Achmadi.

"Sebelum-sebelumnya sih tak bau, seminggu ini saja bau apalagi kalau ke sini terasa sekali," kata Bambang yang tinggal di Sibela.

Hal serupa juga diungkapkan Triyono. Karena bau yang menyengat, penjual kuliner gerobak itu pun bahkan tak berani berjualan hingga masuk ke Jalan Mayor Achmadi- Jalan Pelangi Raya. "Ya bau, yang beli juga ndak ada. Kalau nunggu di sana kecium lama-lama ndak kuat," katanya.

Terkait keluhan warga itu, Kepala Pengelola TPA Putri Cempo, Pramudjo mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan untuk mencari sumber bau busuk yang dikeluhkan warga. Pramudjo menegaskan pihaknya akan segera mengambil tindakan jika ditemukan sumber bau berasal dari TPA Putri Cempo.

"Nanti saya cek sumber baunya dari mana, tapi sejauh ini kami belum menerima keluhan langsung dari warga," katanya.

 

photo
TPA Putri Cempo (Andrian Saputra / Republika)

Dia menjelaskan pengelolaan sampah TPA Putri Cempo masih menggunakan sistem open dumping atau pembuangan sampah terbuka. Untuk itu,  TPA Putri Cempo pun sedang melakukan perbaikan pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik tenaga sampah.

Sementara itu, Direktur PT Solo Citra Metro Plasma Power, Elan Suherlan mengatakan sebagai kontraktor pelaksana proyek PLTS Putri Cempo pihaknya masih dalam tahap penyelesaian persiapan lahan untuk pembangunan kontruksi PLTS.

Dia menjelaskan pemindahan gunungan sampah telah selesai dikerjakan. Selain itu pihaknya juga telah melakukan studi kelayakan hingga analisis dampak lingkungan untuk pembangunan PLTS. Pada pertengahan tahub ini, ia menargetkan pembangunan PLTS mulai dilaksanakan. "PLTS target beroperasi tahun 2019, nantinya PLTS akan mengolah sampah 450 ton per harinya," kata dia.

 

Elan mengklaim dengan  pengolahan sampah tersebut dapat menghasilkan energi listrik 12 Megawatt per jamnya. Listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeki PLN dengan disalurkan ke gardu induk di Palur, Karanganyar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement