Ahad 11 Feb 2018 14:47 WIB

Menhub: Kecelakaan Bus Subang Bukan Karena Kondisi Kendaraan

Mobil yang mengalami kecelakaan sudah menjalani uji KIR dan kondisinya baik.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah
Olah TKP di lokasi kecelakaan bis di tanjakan Emen, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Ahad (11/2).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Olah TKP di lokasi kecelakaan bis di tanjakan Emen, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Ahad (11/2).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan ada kemungkinan kecelakaan bus di Subang bukan karena kondisi kendaraan. Menurutnya penyebab kecelakaan yang menewaskan 27 orang itu masih terus diperiksa. "Kecelakaan lalu lintas memang biasanya karena mobilnya tidak baik. Tetapi ini (kecelakaan bus di Subang), mobilnya di KIR," kata Budi, Ahad (11/2).

Dengan adanya kepastian tersebut, Budi mengatakan tidak bisa dikatakan kecelakaan tersebut disebabkan karena pecah ban atau sebagainya. Budi menegaskan Kemenhub sudah menugaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk meneliti apa yang terjadi dalam kecelakaan tersebut.

Seandainya kecelakaan tersebut karena bus belum melaksanakan KIR maka akan ada tindakan. "Katakan kecelakaan itu misalnya tidak atau belum melakukan uji KIR, kita akan minta Ditjen Perhubungan Darat dan polisi melakukan razia. tapi ini kasusnya lain," ujar Budi.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan maut bus pariwisata Premium Passion dengan Nopol F 7959 AA. Kejadian tersebut terjadi di tanjakan Emen, Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Subang sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (10/2). Kecelakaan tersebut menyebabkan 27 orang meninggal dunia dan 18 orang luka-luka. PT Jasa Raharja juga sudah menyerahkan santunan senilai Rp 50 juta per ahli waris dari korban yang diserahkan pada hari ini (11/2). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement