Senin 05 Feb 2018 17:50 WIB

Pemkab Cilacap Tetapkan Status Tanggap Darurat

Bencana angin kencang di Cilacap bagian barat sebabkan ratusan rumah rusak.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Teguh Firmansyah
Sejumlah warga melintasi genangan air yang membanjiri jalan, di desa Mertasinga, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Sabtu (7/10). Curah hujan ekstrim melanda Kabupaten Cilacap, dengan intensitas mencapai 298 mm, yang mengakibatkan banjir setinggi satu meter yang merendam ratusan rumah dan 420 jiwa terpaksa diungsikan, akibat genangan air yang memasuki rumah.
Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Sejumlah warga melintasi genangan air yang membanjiri jalan, di desa Mertasinga, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Sabtu (7/10). Curah hujan ekstrim melanda Kabupaten Cilacap, dengan intensitas mencapai 298 mm, yang mengakibatkan banjir setinggi satu meter yang merendam ratusan rumah dan 420 jiwa terpaksa diungsikan, akibat genangan air yang memasuki rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP --Pemkab  Cilacap menetapkan status tanggap darurat menyusul bencana angin kencang di Cilacap bagian barat yang menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Status tanggap darurat yang ditetapkan melalui SK Bupati tersebut, berlaku hingga akhir Maret 2018.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy menyatakan, selama status tersebut pihak akan fokus melakukan rehabilitasi terhadap korban bencana. Termasuk memberikan bantuan pada korban bencana.

''Sementara ini kami terus mengirimkan bantuan logistik berupa bahan bangunan ringan (BBR) seperti asbes, triplek, dan juga paket family kit dan makanan,'' jelasnya, Senin (5/2). Dia berharap bantuan tersebut, bisa meringankan beban korban bencana yang baru tertimpa musibah.

Sebagaimana diketahui, bencana angin kencang yang terjadi di wilayah Cilacap bagian barat Jumat (2/2) petang, telah menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan.

 

 

Data dari DPBD Cilacap mencatat, rumah yang roboh tercatat sebanyak 3 rumah, rusak berat 16 rumah, rusak sedang 26 rumah, dan rusak ringan rusak ringan sebanyak 151 rumah. Selain itu, seorang warga bernama Darsih, warga Dusun Singaraja Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur dilaporkan meninggal dunia.

''Dari hasil assesment sementara, kerugian yang dialami warga cukup besar, mencapai Rp 1.156.800.000,'' jelas Tri Komara Sidhy.

Dia menyebutkan, bencana angin kencang yang terjadi saat itu tidak hanya hanya melanda satu titik. Namun tersebar hingga beberapa desa di tiga kecamatan, antara lain Kecamatan Majenang, Wanareja dan Kecamatan Dayeuhluhur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement