Senin 27 Nov 2017 17:50 WIB

Pemprov Lampung Bantu 1.600 TKS Kesehatan Rp 1,6 M

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Endro Yuwanto
Tenaga medis.  (ilustrasi)
Foto: Antara
Tenaga medis. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membantu kesejahteraan 1.600 tenaga kerja sukarela (TKS) di bidang kesehatan sebesar Rp 1,6 miliar. Pemberian bantuan tersebut bertepatan dengan peringatah Hari kesehatan Nasional (HKN) ke-53 di Kantor Dinas Kesehatan Lampung, Senin (27/11).

Waki Gubernur Lampung Bachtiar Basri pada acara HKN tersebut mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan untuk 1.600 TKS yang tersebar di puskesmas, rumah sakit, dan unit kesehatan lainnya di wilayah Lampung. Kehadiran TKS sangat membantu kelancaran kerja kesehatan di unit-unitnya.

''Saya meminta kepada seluruh jajaran kesehatan stakeholder agar sadar betul bahwa kesehatan ini adalah urusan wajib, karena masalah kesehatan, itu urusan pemerintah,'' kata Bachtiar, Senin.

Selain memberikan bantuan, Pemprov Lampung juga memberikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan teladan yang telah mengabdikan ilmu dan tenaganya selama ini. Di antaranya kepada dokter, perawat, bidan, dan TKS kesehatan lainnya.

Bachtiar berharap pada momen HKN ke-53 menjadi ajang untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan secara umum juga TKS kesehatan lainnya. Menurutnya, urusan kesehatan sangat penting untuk itu tidak boleh main-main dengan persoalan tersebut karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

''Jika kesehatan jeblok, gagal pemerintah itu. Saya selalu marah ketika urusan kesehatan disepelekan, contoh di RSUAM (Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek), saya pernah masuk, saya lihat ruang tunggu dokter operasi itu kecil dan kumuh. Saya langsung ngomel-ngomel di situ, sekarang sudah diubah total,'' ungkap Bachtiar.

Bachtiar sangat berharap para tenaga kesehatan yang mengelola rumah sakit maupun puskesmas tidak mengesampingkan perawatan fasilitas dan meminta setiap rumah sakit di daerah memperbaiki fasilitas. Hal tersebut agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke provinsi untuk berobat. ''Misal cuci darah, jangan semua ke RSUAM Kota Bandar Lampung, tapi harus memenuhi standar, jangan begitu cuci darah, meninggal,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement