Ahad 26 Nov 2017 13:27 WIB

Ratusan Siswa SD Jadi Penyambut Tamu Bobby-Kahiyang

Ribuan warga tumpah ke Jl Gagak Hitam, Ringroad, Medan untuk melihat kirab budaya Bobby-Kahiyang, Ahad (26/11). Sebagian dari mereka bahkan menunggu sejak subuh.
Foto: Republika/Issha Harruma
Ribuan warga tumpah ke Jl Gagak Hitam, Ringroad, Medan untuk melihat kirab budaya Bobby-Kahiyang, Ahad (26/11). Sebagian dari mereka bahkan menunggu sejak subuh.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Ratusan siswa dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Medan Selayang, Medan, menjadi penyambut tamu dalam resepsi Bobby Nasution-Kahiyang Ayu di Medan, Ahad (26/11). Mereka menunggu di pintu masuk VIP lokasi acara di Bukit Hijau Regency, Kompleks Taman Setiabudi Indah.

Dengan mengenakan pakaian adat dan memegang bendera merah putih kecil, mereka menyambut para tamu yang datang. Para pelajar ini pun semakin antusias saat rombongan kereta kencana Bobby-Kahiyang dan keluarganya memasuki lokasi usai mengikuti kirab budaya.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Medan Selayang Rosmauli mengatakan, ada 220 siswa SD negeri dan swasta yang ikut serta dalam penyambutan itu. Mereka berasal dari 18 sekolah yang ada di Medan Selayang, kecamatan kediaman Bobby. Seratus siswa sekolah menengah pertama (SMP) juga ikut menjadi penyambut tamu.

"Pemkot Medan yang mengundang melalui camat, minta kami hadir," kata Rosmauli, Ahad (26/11).

Rosmauli mengatakan, mereka mulai hadir di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB. Para siswa tersebut, lanjutnya, diantar oleh orangtuanya masing-masing. Tidak ada transportasi yang disediakan.

"Baju juga disiapkan masing-masing karena orangtua semangat juga kan. Kami sampaikan, respon mereka bagus. Biaya masing-masing juga. Ada SD yang punya baju tari, mereka pakai itu," ujar dia.

Rosmauli mengklaim, tidak ada sekolah maupun orangtua yang keberatan dengan keikutsertaan siswa sebagai penyambut tamu. Meski menggunakan biaya sendiri, mereka mengaku senang bisa menjadi bagian dari putri anak orang nomor satu di Indonesia itu.

"Enggak ada sama sekali (dapat bantuan dana). Tapi kami siap karena kami senang dilibatkan karena nggak pernah kejadian ada presiden dan dapat orang Medan Selayang. Jadi kami ngerasa bagian mereka. Kami bangga bisa tinggal di Medan Selayang," kata Rosmauli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement