Rabu 25 Oct 2017 13:07 WIB

Kereta Pengangkut Semen Anjlok di Padang

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Indira Rezkisari
Empat gerbong kereta pengangkut semen produk PT Semen Padang anjlok di Pauh, Padang pada Rabu (25/10). Perjalanan kereta mulai normal sejak pukul 11.00 WIB.
Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Empat gerbong kereta pengangkut semen produk PT Semen Padang anjlok di Pauh, Padang pada Rabu (25/10). Perjalanan kereta mulai normal sejak pukul 11.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kereta api pengangkut semen produk PT Semen Padang dari pabriknya di Indarung menuju Pelabuhan Teluk Bayur anjlok di Stasiun Pauh V, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu siang (25/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Dari seluruh rangkaian, terdapat empat gerbong yang anjlok dari jalurnya.

Meski demikian, pihak perusahaan menyakinkan bahwa peristiwa itu tidak menganggu pasokan Semen Padang untuk kebutuhan domestik. "Kereta api ini mengangkut semen curah untuk kebutuhan wilayah pemasaran Semen Padang. Total semen curah yang diangkut sebanyak 600 ton," kata Kepala Departemen Komunikasi dan Sarana Umum PT Semen Padang Iskandar Z Lubis, Rabu (25/10).

Hingga Rabu siang, pihak PT KAI (Persero) Divisi Regional II Padang masih mencari penyebab anjloknya kereta api tersebut. Sementara itu, total kerugian dalam peristiwa itu masih didata pihak Semen Padang dan Divre II. Iskandar menambahkan, pendistribusian Semen Padang ke Pelabuhan Teluk Bayur diangkut dengan kereta api setiap harinya dengan jumlah perjalanan sebanyak 12 trip, dengan 24 gerbong. Masing-masing gerbong mengangkut 25 ton.

"Dalam peristiwa anjloknya kereta api hari ini, Semen Padang hanya kehilangan dua sampai tiga trip, karena pihak PT KAI dengan cepat melakukan penanganan," kata Iskandar yang didampingi Kepala Biro Humas PT Semen Padang Nur Anita.

Sekitar pukul 11.00 WIB jalur jalan yang sempat terganggu akibat anjloknya kereta api sudah lancar kembali dan dapan difungsikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement