REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar menggelar rapat tertutup untuk membahas pemenangan Pilkada Serentak 2018 di Kantor DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (1/8). Rapat diikuti pengurus DPD Golkar dari wilayah Sumatera I-III, Jawa I-III, Kalimantan, Bali-NTB, NTT, Sulawesi, dan Papua.
Di sela-sela jeda rapat, kepada wartawan, Idrus Marham menjelaskan agenda rapat tertutup ini di ruang kerjanya Kantor DPP Golkar Slipi, didampingi Ketua Bidang Hubungan Legislatif, EKsekutif, dan Lembaga Politik yang juga Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar, Muhammad Yahya Zaini.
Menurut Idrus, rapat Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar ini dihadiri oleh seluruh anggota tim pilkada pusat, yang diketuai oleh Ketua Harian Nurdin Halid dan Idrus Marham. Rapat juga dihadiri para wakil ketua DPP Golkar, koordinator bidang, dan Ketua DPD Partai Golkar provinsi se-Indonesia yang akan melaksanakan Pilkada 2018.
"Agendanya, kami membahas calon-calon yang akan diusung oleh Partai Golkar. Mulai dari Sumatera I-III, Jawa I-III, Kalimantan, Bali-NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Semua hadir dalam rangka untuk mengikuti pembahasan calon-calon yang akan diusung Partai Golkar pada Pilkada 2018," kata Idrus Marham, Selasa (1/8).
Pilkada 2018 akan diikuti oleh 171 daerah, termasuk 17 provinsi. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Idrus membeberkan tim pemenangan pemilu bersama DPD I hari ini melaporkan hasil penjaringan sekaligus hasil survey yang sudah dilakukan.
Daerah-daerah yang sudah melakukan penjaringan dan survey memungkinkan untuk ditetapkan rekomendasinya. Ia menyebutkan ada beberapa daerah yang sudah ditetapkan rekomendasinya.
"Ada beberapa daerah yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Misalkan, Sulsel, bali, NTB, Kaltim, dan Lampung. Sementara provinsi-provinsi lain masih melanjutkan konsolidasi dan sebagian masih menunggu hasil survei yang sedang berjalan," kata Idrus.
Idrus memproyeksikan seluruh rekomendasi calon yang akan diusung, beserta pasangannya, sudah dapat ditetapkan pada akhir Agustus 2017. Dalam jangka waktu satu bulan ini, ia meminta seluruh pengurus Partai Golkar, baik tingkat pusat maupun daerah, untuk melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain guna membentuk koalisi.
Meski di beberapa daerah kursi Golkar sudah cukup untuk mencalonkan sendiri, Idrus mengatakan, Golkar berpandangan tetap harus melakukan koalisi. Menurut dia, ini lantaran kondisi daerah-daerah di Indonesia sangat besar dan majemuk.
Koalisi memungkinkan semua pihak ikut bersama membangun daerah. Rapat dimulai sekitar pukul 14.00 dan masih berlangsung hingga malam hari.