Jumat 21 Jul 2017 15:24 WIB

Madiun Alami Kelangkaan Garam

 Pedagang menunjukan garam di pasar.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pedagang menunjukan garam di pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Komoditas garam dapur, baik garam kasar maupun garam halus di Kota Madiun, Jawa Timur menjadi langka sejak dua pekan terakhir. Persediaan yang tersisa juga harganya cukup tinggi.

"Garam lagi susah dicari di pasaran. Kalaupun ada, harganya mahal, bisa naik hingga 100 persen," ujar seorang pedagang toko kelontong di Kelurahan Nambangan Kidul, Anita Heryana kepada wartawan, di Madiun, Jumat (21/7).

Menurut dia, sudah lebih dari sepekan terakhir garam langka di pasaran. Para pedagang sulit kulakan karena tidak ada kiriman barang dari distributornya.

"Kalaupun ada, kulakan barangnya mahal. Saya biasa kulakan garam cap Jempol dan Cerdik, tapi kedua garam halus itu sudah hilang di pasaran. Tinggal ada garam Refina, itupun kulakannya mahal. Harga jualnya mencapai Rp 2.500 per kemasan kecil. Padahal biasanya hanya Rp 1.000 per bungkus," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh pedagang toko kelontong di Pasar Besar Kota Madiun, Lestari. Biasanya, satu paket berisi 20 bungkus garam halus dijual dengan harga Rp 17.000, kini dijual naik seharga Rp 21.000 per paket.

Sedangkan untuk eceran, kini garam dijual Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kemasan. Padahal, biasanya hanya Rp 500 hingga Rp 750 per kemasan.

"Ini kenaikan harga paling tinggi untuk komoditas garam. Biasanya tergolong stabil dan tidak pernah naik harga," ujar Lestari.

Berdasarkan sejumlah informasi, kondisi garam yang langka di pasaran disebabkan karena petani garam sedang gagal panen. Akibatnya, stok di pasaran juga meghilang karena tidak ada pengiriman dari distributor.

Sementara, harga sejumlah bahan pokok lainnya di Pasar Besar Madiun terpantau nisbi normal. Harga beras, gula pasir, daging sapi, dan telur ayam ras tergolong stabil.

Seperti beras jenis IR 64 terpantau Rp 8.300 per kilogram, gula pasir Rp 12.300 per kilogram, daging sapi Rp 110.000 per kilogram, dan daging ayam potong Rp 29.000 per kilogram.

Demikian juga untuk komoditas cabai rawit Rp 40.000 per kilogram, cabai keriting Rp 20.500 per kilogram, dan cabai merah besar Rp 21.500 per kilogram. Bawang merah Rp 33.000 per kilogram dan bawang putih Rp 25.000 per kilogram.

Kenaikan justru terpantau untuk kooditas telur ayam ras yang sebelumnya Rp 18.000 per kilogram menjadi Rp 21.000 per kilogram. Meski naik, namun masih dalam batas normal.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement