Rabu 26 Apr 2017 19:12 WIB

Pemkot Yogya Teruskan Revitalisasi Akhir Drainase Kenari

Rep: Yulianingsih/ Red: Fernan Rahadi
Pekerja mengerjakan pembangunan drainase (ilustrasi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Pekerja mengerjakan pembangunan drainase (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Tahun ini Pemkot Yogyakarta akan merampungkan revitalisasi pembangunan saluran drainase di Jalan Kenari Yogyakarta. Namun pembangunan tersebut baru akan dilakukan setelah lebaran 2017 mendatang. Hal ini dilakukan karena pertimbangan gangguan lalulintas menjelang dan sesudah lebaran.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses lelang terhadap pembangunan saluran drainase tersebut.

"Kita mulai setelah lebaran, sekarang kita lakukan persiapan seperti penyiapan dinding untuk drainase berupa box culvert," ujarnya.

Menurutnya, ukuran box culvert yang akan  digunakan untuk pekerjaan perbaikan drainase sepanjang 583 meter tersebut berbeda-beda. Kebutuhan dindin drainase ini akan  dipenuhi dari Wates Kabupaten Kulon Progo DIY. 

Diakuinya,  kontrak pekerjaan revitalisasi drainase Jalan Kenari akan berakhir pada November. Pihaknya optimis target revitalisasi tahap akhir tersebut bisa diselesaikan sesuai kontrak kerja.

Karena tahun lalu kata dia,  pekerjaan revitalisasi bisa diselesaikan dalam waktu dua bulan.  Pekerjaan revitalisasi drainase di Jalan Kenari dilakukan bertahap sejak 2014. Pada tahun ini, merupakan pekerjaan tahap akhir dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp17,5 miliar atau terbanyak dibanding tahap sebelumnya.

Selama pekerjaan fisik dilakukan, akan dilakukan penutupan jalan yang dibagi dalam enam segmen. Penutupan jalan harus dilakukan karena lokasi drainase ada di bawah badan jalan sehingga harus dilakukan penggalian.

"Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk membantu mengatur lalu lintas. Kami hanya berharap, pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga tidak menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang terlalu tinggi untuk warga di sekitar lokasi pekerjaan," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement