Ahad 05 Mar 2017 16:39 WIB

Lima Rumah Ibadah Simbol Kebinekaan di Bali Sambut Raja Salman

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Nur Aini
Puja Mandala Bali
Foto: Ist
Puja Mandala Bali

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Seluruh rumah ibadah umat beragama di Bali, mulai dari pura, vihara, gereja, hingga masjid menyambut kedatangan Raja Salman bin Abdul Azis Alsaud. Hal ini seperti terlihat di Kompleks Puja Mandala Bali yang berlokasi di Nusa Dua, Badung.

Puja Mandala Bali merupakan simbol kebinekaan Indonesia. Seluruh rumah ibadah sengaja dibangun berjejer di kompleks ini, mulai dari Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Mari Bunda Segala Bangsa, Gereka Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa, Pura Jagatnatha, dan Vihara Buddha Guna. Spanduk yang bertuliskan ucapan selamat datang dalam bahasa Arab tersebut dipersembahkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali. Spanduk tepat terpasang di depan Masjid Agung Ibnu Batutah.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan seluruh tokoh agama di Bali menyambut Raja Salman dengan suka cita. Raja Salman menurutnya sangat menghormati dan menghargai toleransi umat beragama di Pulau Dewata. "Salah satu keunikan Bali adalah toleransi hidup beragamanya," kata Ida Pengelingsir Agung kepada awak media, Ahad (5/3).

Hal ini pula yang menjadikan Bali sebagai salah satu lokasi yang dinilai kondusif untuk menggelar berbagai acara nasional dan internasional, serta menyambut wisatawan domestik dan mancanegara. Beberapa pengunjung yang datang ke Puja Mandala Bali menyempatkan diri  berfoto di depan spanduk bergambar wajah Raja Salman tersebut.

Masjid Ibnu Batutah dibangun pada 1994 dan diresmikan tiga tahun setelahnya. Masjid dan empat tempat ibadah umat beragama ini berdiri atas bantuan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC).

Baca juga: Pangeran Arab Saudi Ini Tinggalkan Bali Lebih Awal

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement