Kamis 17 Nov 2016 15:16 WIB

BNPB: Sistem Peringatan Dini Bencana Perlu Ditingkatkan

Warga melintasi banjir di desa Lingga, Tanjung Enim, Kab Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (14/11).
Foto: Antara/Pamzu Kaizendra
Warga melintasi banjir di desa Lingga, Tanjung Enim, Kab Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (14/11).

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan agar pemerintah kabupaten/kota meningkatkan sistem peringatan dini terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Ini karena musim hujan masih terus terjadi hingga Januari 2017.

Kepala BNPB Willem Rampangilei di Karawang, Kamis, mengatakan langkah antisipasi bencana alam di setiap daerah harus tetap dilakukan hingga beberapa bulan ke depan. "Salah satunya dengan meningkatkan //early warning system' (sistem peringatan dini)," katanya saat melakukan kunjungan ke Karawang, Kamis (17/11).

Ia mengatakan sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2017 sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan bencana di daerah. Pemerintah kabupaten/kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu mengikuti berita cuaca yang disampaikan BMKG. Hal itu penting agar ada antisipasi dini jika terjadi bencana banjir.

Petugas BPBD di lapangan diharapkan turun ke lapangan untuk mengamati tinggi muka air sungai yang berpotensi mengakibatkan banjir. Itu bisa dilakukan saat curah hujan di daerahnya tinggi. Menurut dia, pengamatan tinggi muka air sungai-sungai besar di daerah perlu dilakukan. Sebab umumnya bencana banjir yang terjadi di berbagai daerah akibat meluapnya air sungai.

"Jadi intinya kita harus meningkatkan kewaspadaan dan harus tetap siaga. Menyiapkan penanganan jika terjadi banjir besar seperti mendirikan posko, peralatan, dukungan logistik dan lain-lain," kata dia. Baik pemerintah daerah maupun masyarakat, keduanya perlu bekerja sama untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir susulan pada puncak musim hujan selama beberapa bulan ke depan. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement