Selasa 20 Sep 2016 13:46 WIB

Lalat Buah Serang Perkebunan Jeruk Garut

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nidia Zuraya
Jeruk
Foto: Antara
Jeruk

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Hama tanaman menyerang perkebunan Jeruk Garut di Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Akibatnya produksi Jeruk Garut menurun derastis.

Kepala Desa Karangsari, Nurliana mengatakan, Jeruk Garut merupakan hasil pertanian yang menjadi unggulan Desa Karangsari. Jumlah petani jeruk di desanya mencapai 200 orang. Kebun jeruk yang mereka garap sekitar 10 hektare.

"Tapi, petani jeruk di desa kami selalu dihadapkan dengan kendala serangan hama," kata Nurliana kepada Republika, Selasa (20/9).

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dapat membantu petani agar lebih bisa mengembangkan hasil produksinya. Selain itu, Pemkab diharapkan bisa membantu petani mengatasi masalah hama.

Seorang petani Jeruk Garut di Kampung Bojong Kalapa, Desa Karangsari, Ilyas menerangkan, kebun Jeruk Garut miliknya sedang diserang hama lalat buah (Bactrocera sp). Hama tersebut membuat buah jeruk terlepas dari pohon sebelum matang.

"Sampai sekarang kami belum bisa mengatasi serangan hama, pernah menggunakan insektisida namun serangan hama tetap saja terjadi," ujar Ilyas.

Menurutnya, serangan hama Lalat buah sangat mengganggu produksi jeruk saat panen. Biasanya satu pohon Jeruk Garut bisa menghasilkan 2 kuintal jeruk. Tapi, saat terjadi serangan hama satu pohon rata-rata hanya menghasilkan 80 kg jeruk.

"Buah jeruk yang terserang hama ada bekas seperti dihisap, di dalamnya busuk," ujarnya.

Kendati demikian, Ilyas mengaku, pohon Jeruk Garut miliknya masih bisa menghasilkan buah. Karena pohon jeruk miliknya tidak tidak mengenal musim, terus berbuah setiap bulan.

Di area kebun seluas 2.520 meter persegi, ditanam 60 pohon Jeruk Garut. Meski semua pohon itu terus berbuah, produksinya menurun drastis karena serangan hama.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement