Jumat 02 Sep 2016 20:07 WIB

Ibu Guru di Samarinda Tewas Dibegal

Red: Ilham
Begal Motor (ilustrasi)
Foto: Foto : Mardiah
Begal Motor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Seorang guru Sekolah Dasar di Samarinda, Kalimantan Timur, Rika Novita (41 tahun) tewas akibat dibegal saat melintas di Jalan Layang Air Hitam, Jumat (2/9). Korban meninggal akibat terjatuh dari motornya.

Kasat Reskim Polresta Samarinda, Komisaris Sudarsono mengatakan, guru SD Cordova Samarinda itu sedang menuju sekolah berboncengan dengan anaknya yang berusia 11 tahun pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Saat melintas di Flyover Air Hitam menuju arah Jalan Juanda, tiba-tiba dari arah belakang muncul seorang pengendara motor yang mengenakan penutup wajah dan langsung merampas tasnya.

Motor yang dikemudikan guru SD yang juga sebagai seorang ustadzah itu, kemudian oleng sehingga ia terjatuh dan kepalanya langsung membentur trotoar. Sementara, anaknya berhasil selamat dan tidak mengalami luka atas peristiwa itu.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku begal yang menyebabkan tewasnya guru SD tersebut," ujar Sudarsono.

Menurut dia, ini adalah kasus pembegalan pertama dalam kurun waktu dua tahun terakhir. "Selama ini, memang kerap terjadi kasus jambret, tapi tidak sampai menyebabkan korbannya meninggal. Yang jelas, kami akan menindak tegas pelaku begal yang memang sudah cukup meresahkan," jelasnya.

"Kasus ini sudah ditangani Polsekta Samarinda Ulu dan kami (Satreskrim Polresta Samarinda) membantu melakukan penyelidikan. Kami akan berupaya mengungkap kasus pembegalan ini hingga pelakunya tertangkap," ujarnya.

Sementara, Jul Asman, suami Rika Novita mengaku terpukul atas meninggalnya istrinya. "Saya baru tahu setelah ditelepon pihak rumah sakit bahwa istri saya sudah meninggal akibat kecelakaan setelah dibegal," kata Jul Asman.

Ia meminta polisi segera menangkap pelaku. "Pelaku membawa kabur tas istri saya yang berisi dompet dan telepon genggam. Saya berharap pelaku segera ditangkap dan meminta polisi melakukan pengawasan dan memasang CCTV di tempat-tempat yang rawan terjadi kejahatan sehingga kasus yang menimpa istri saya tidak terulang dan menimpa orang lain," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement