Sabtu 04 Jun 2016 14:40 WIB

DPRD Bali Minta Masyarakat Waspadai Isu Bangkitnya PKI

Red: Ilham
PKI
Foto: kitlv.nl
PKI

REPUBLIKA.CO.ID, DEMPASAR -- Anggota DPRD Bali Wayan Tagel Arjana meminta warga waspada dan tenang dengan munculnya isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi.

"Saya harapkan warga masyarakat tenang dan waspada terkait isu munculnya PKI tersebut. Kalau melihat perjalanan sejarah bangsa Indonesia, bahwa PKI itu sudah dibubarkan," katanya di Denpasar, Sabtu (4/6).

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali itu, isu munculnya PKI sebagai bukti masih lemahnya warga dalam memahami ideologi Pancasila. Padahal, dalam ideologi Pancasila tersebut semuanya sudah tercantum dan diuraikan dalam butir-butir untuk berbangsa dan bernegara.

"Pergerakan era reformasi memberi ruang kebebasan dalam kerangka berdemokrasi maupun berpendapat. Namun perlu juga dihidupkan kembali ajaran-ajaran terkait dengan ideologi Pancasila tersebut, agar reformasi itu tidak kebablasan," kata politikus Partai Gerindra ini.

Tagel Arjana mengatakan, ideologi Pancasila sudah mampu melindungi seluruh bangsa Indonesia. Namun di kalangan generasi muda perlu mendapatkan pemahaman melalui pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. "Di era reformasi tersebut justru ajaran Pancasila dan Kewarganegaraan yang sebelumnya diajarkan di sekolah-sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi ditiadakan. Ini mungkin menjadi alasan ada generasi muda mencoba-coba membangun isu bangkitnya PKI tersebut," ucapnya.

Ia mengatakan, pelajaran yang pernah diterapkan pada zaman orde baru perlu diterapkan kembali, seperti pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan tersebut. Namun perlu dilakukan penyesuaian dengan era kekinian. "Artinya, pelajaran tentang ideologi Pancasila dan Kewarganegaraan tersebut akan memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Karena dalam pelajaran tersebut semuanya mengajarkan kebaikan dan rasa saling menghormati antarmanusia, termasuk juga rumusan bagaimana agar tercapai kesejahteraan sosial tersebut," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement