REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung melakukan koordinasi dengan Detasemen Khusus 88 untuk mengungkap kematian anggota DPRD Bandarlampung Muhammad Panshor.
"Selain berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan, kami juga melakukan koordinasi dengan Densus 88," kata Direskrimum Polda Lampung Kombes Zarialdi di Bandar Lampung, Selasa (31/5).
Menurutnya, koordinasi itu dilakukan sesuai dengan sejumlah wilayah yang diduga sempat menjadi persinggahan korban sebelum dieksekusi oleh pelaku.
"Koordinasi ini dilakukan sebagai upaya maksimal jajaran kepolisian dalam mengungkap peristiwa pembunuhan sadis yang mayatnya ditemukan di wilayah Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan," katanya lagi.
Zarialdi melanjutkan, sebelumnya tim sudah bergerak setelah menerima laporan dari pihak keluarga terkait dengan kehilangan M Panshor itu.
"Saat itu kami telah membuat tim dan melakukan pelacakan untuk mencari keberadaan korban beserta barang-barang miliknya di antaranya HP dan kendaraan pribadi. Hasilnya masih proses pendalaman," ujarnya.
Lebih lanjut Zarialdi membenarkan, memang ada beberapa nama dan alibi yang masih dianalisa, tetapi belum bisa dipublikasikan. Ia mengatakan pihaknya mengutamakan kehati-hatian dalam melakukan analisa dan pencocokan.
"Karena itu, kami belum bisa bicara tentang motifnya. Intinya, mudah-mudahan kami bisa cepat mengungkapnya," ucapnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih juga mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pencarian dan penyelidikan terkait pembunuhan salah satu anggota DPRD Bandarlampung itu.
"Setelah gelar perkara yang dipimpin Kapolda Lampung, tim langsung turun ke lapangan guna melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap pihak keluarga maupun yang lain, termasuk menganalisa dugaan-dugaan lainnya," jelasnya.