Selasa 15 Mar 2016 17:48 WIB
Festival Anggaran 2016 Batang

Tukar Gagasan Risma-Yoyok di Pameran Anggaran 2016

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo
Foto: istimewa
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo

REPUBLIKA.CO.ID,  BATANG — Dua kepala daerah yang sukses memimpin wilayahnya, Wali Kota Surabaya Risma Tri Rismaharini dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, bertemu dalam satu forum seminar di Festival Anggaran 2016 Batang. 

Dalam pertemuan di diskusi yang bertajuk ‘Berbagi Manajemen Pemerintahan’ tersebut, Yoyok sengaja mengundang Risma untuk hadir di Batang, Jawa Tengah. Awalnya Risma diundang Pembukaan Festival Anggaran 2016, pada Ahad (14/3). Namun Risma sedang ada kegiatan lain, dan baru bisa memenuhi undangan pada Selasa ini.

Dalam seminar yang dihadiri ratusan jajaran perangkat kabupatan, aparat desa, dan aktivis tersebut, Risma menceritakan sejumlah fokus kerja dan kisah suksesnya dalam memimpin Surabaya. Termasuk Risma mengajak PNS di lingkungan birokrasi Pemkab Batang untuk bekerja maksimal.

Ia mengajak PNS untuk tetap semangat kerja sekalipun apa yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan harapan. ‘Jadi PNS ya sudah aturannya seperti itu. Tidak mungkin kita bisa memberi lebih sekalipun kita mampu (daerah mampu memberi lebih, Red),” kata Risma.

Namun demikian, Risma mengajak bahwa PNS merupakan tempat sebagai ladang amal. Untuk berbuat amal PNS tidak perlu mengeluarkan uang. PNS cukup menjalankan tugas pelayanan dengan baik maka itu menjadi amal baik. 

Dalam hal program di wilayahnya, Risma bercerita tentang Program Pahlawan Ekonomi. Ketika menyampaikan program ini, Risma mengajak para ibu untuk bekerja membantu para suami. Tidak harus bekerja keluar dari rumah, tapi bisa dengan membuat pekerjaan rumahan. Sehingga diberikan pelatihan-pelatihan bagi ibu rumah tangga.

Sementara Yoyok menekankan pentingnya partisipasi publik dalam menjalankan program pembangunan. Yoyok menceritakan tentang belum siapnya anggaran untuk pengerukan sebuah sungai.Padahal jika tidak dikeruk Batang terancam kebanjiran. Dalam kondisi seperti ini, Yoyok memutuskan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki Batang. 

Dengan alat berat yang sudah dimiliki Pemkab Batang, kata Yoyok, tidak perlu menunggu Anggaran Perubahan. CUkup mengeluarkan biaya untuk beli bensin alat dan membayar tenaga yang mengoperasionalkan alat berat.

Risma kemudian menimpali pernyataan Yoyok dengan menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. Jika masyarakat merasa memiliki daerahnya, maka mereka harus berpartisipasi, Kalau hanya mengandalkan pemerintah daerah, kata Risma, berapapun anggaran yang dimiliki daerah tidak akan bisa mencukupi. “Kami bukan Superman atau malaikat yang bisa sendiri tanpa dibantu masyarakat,” kata Risma.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement