Rabu 09 Mar 2016 07:05 WIB

Masjid UMM Gelar Nobar GMT Gunakan Astrofotografi

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
proses gerhana matahari
Foto: Republika / Kurnia Fakhrini
proses gerhana matahari

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menyambut peristiwa gerhana matahari pada Rabu (9/3), warga Kota Malang sejak pagi berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan shalat gerhana berjamaah yang digelar di berbagai masjid di kota ini. Salah satu masjid yang menggelar shalat gerhana atau shalat khusuf adalah Masjid A.R Fachrudin Universitas Muhammadiyah Malang.

Gerhana di Kota Malang dan sekitarnya akan mulai terlihat pukul 06:21:14 hingga pukul 08:38:32. Gerhana berlangsung sekitar 2 jam 17 menit dengan puncak gerhana terjadi pukul 07:25:21. Lebar gerhana diperkirakan 83,73 persen.

UMM menggelar shalat gerhana matahari berjamaah pukul 07.00 pagi. Shalat dilanjutkan dengan nonton bareng gerhana berbasis riset antariksa dengan menggunakan alat khusus, yaitu astrofotografi.

Dengan cara tersebut, masyarakat umum dapat menikmati keindahan serta proses terjadinya gerhana matahari melalui layar proyektor besar yang telah disiapkan di dalam masjid. Kegiatan ini dipandu oleh tim rukyat dan astrofotografi dari program studi Ahwal Al-Syakhsyiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Tim teknis dari Teknik Informatika UMM yang terdiri dari enam orang juga membantu menghubungkan kamera pengamat dengan komputer untuk selanjutnya diolah menjadi gambar utuh.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pemakmuran Masjid untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan sholat gerhana ini bisa bermanfaat bagi jamaah," kata ketua Prodi Ahwal Al-Syakhsyiyah, Idaul Hasanah.

Menurut Idaul, shalat gerhana matahari ini diselenggarakan tak hanya untuk mensyukuri kuasa Ilahi dan melaksanakan sunah Nabi. Tetapi juga sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa langka tersebut. Idaul berharap, peristiwa gerhana matahari total ini tidak hanya dinikmati sebagai pemandangan alam yang indah dan langka, namun juga dijadikan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan.

Seorang jamaah bernama Dewi Amalia mengatakan tertarik ikut shalat gerhana karena banyak informasi yang beredar mengenai anjuran shalat. "Ini peristiwa langka dan saya banyak membaca di internet mengenai shalat gerhana jadi sayang kalau dilewatkan," ujarnya. Selain shalat, ia juga ingin menyaksikan gerhana lewat astrofotografi karena tak semua masjid menyediakan fasilitas ini.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), ada 12 provinsi di Indonesia yang akan dilintasi oleh fenomena gerhana matahari ini. Ke-12 provinsi tersebut di antaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement