Rabu 02 Mar 2016 19:58 WIB

Izin Produksi dan Pasar Ganjal Produk Desa

Marwan Jafar meninjau pemanfaatan dana desa di Situ Rawa Binong, Bekasi, Ahad (2/15)
Foto: dok
Marwan Jafar meninjau pemanfaatan dana desa di Situ Rawa Binong, Bekasi, Ahad (2/15)

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN – Persoalan perizinan dan pemasaran masih menjadi ganjalan utama bagi produk usaha pedesaan untuk bersaing di pasaran. Komitmen pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk membantu usaha pedesaan lebih berkembang.

“Kami meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untu mempermudah   izin produksi dan membantu pemasaran usaha-usaha di pedesaan yang mulai berkembang,” kata Menteri Desa,Pembangunan Daerah Ter!nggal dan   Transmigrasi Marwan Jafar saat mengunjungi Usaha Bersama

Komunitas (UBK) Raja Ratu Maju (R2M) di Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Serang Banten, Selasa (2/3).

UBK merupakan salah satu program dari Kemendesa PDT dan Transmigrasi   untuk menciptakan wirausaha desa. UBK R2M merupakan salah satu binaan Kemendesa PDT dan Transmigrasi yang memproduksi deterjen, pewangi pakaian, dan sabu cuci piring. Produk UBK R2M telah merambah pasar di kawasan Serang, Banten.

Marwan mengatakan usaha pedesaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pemberdayaan desa.Program ini akan menjadi daya tarik bagi para pemuda dan warga desa untuk membangun desanya.

“Salah satu persoalan desa adalah banyaknya pemuda maupun warga yang merantau ke kota besar karena terbatasnya lapangan pekerjaan. Jika usaha pedesaan ini berkembang maka bisa dipas!kan warga yang hendak merantau akan berpikir ulang,” katanya.

Dia meminta agar pemerintah daerah memberikan perha!an atas muncul para wirausaha desa. Menurutnya sebagian besar usaha pedesaan mengalami kesulitan dalam izin usaha, izin produksi, hingga proses pemasaran. Kesulitan ini akan bisa dipecahkan jika pemerintah daerah memberikan kemudahan pemberian izin maupun dukungan pemasaran.

“Tentu yang secara langsung bersinggungan dengan para wirausaha desa adalah pemerintah daerah. Jika pemda memudahkan proses perizinan dan memfasilitasi pasar kami yakin usaha pedesaan akan lebih berkembang,” tukasnya.

Marwan juga meminta agar pelaku usaha pedesaan !dak mudah putus asa menghadapi semua kendala.

Kemendesa PDT, lanjutnya akan selalu memberikan pendampingan dan perha!an atas usaha mereka. “Jangan takut gagal. Kami akan terus melakukan penguatan dan pendampingan bagi para pelaku usaha

pedesaan,” tegasnya.

Sementara Ketua UBK R2M Iroh Na0roh mengakui jika usaha yang dirin!snya masih banyak menghadapi kendala. Dari fasilitas produksi, izin usaha, dan pemasaran masih membutuhkan penguatan.

“Kami berharap pemerintah melalui Kemendesa PDT terus memberikan penguatan dan pendampingan kepada

kami,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement