Kamis 18 Feb 2016 16:30 WIB

Otak Teror Bom Sarinah Dipindah ke Lapas Nusakambangan

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Karta Raharja Ucu
LP Nusakambangan
Foto: Republika/Tahta Aidilla
LP Nusakambangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terpidana teroris Aman Abdurahman yang juga menjadi otak dari teror bom Sarinah, sudah dipindahkan dari Lapas Batu ke Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan, dua pekan lalu.

Kepala Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan Hendra Eka Putra mengatakan, Aman bersama 26 terpidana teroris lainnya dipindahkan ke lapas kelas II A tersebut. "Iya, Selasa malam dua hari sebelum Menkopolhukam datang kunjungan ke lapas kemarin. Abu Bakar Baasyir, Roiz juga dipindahkan. Total ada 26 orang," ujar Hendra saat ditemui Republika.co.id, Kamis (18/2).

Hendra mengatakan, Aman mendapatkan ruang khusus. Ia ditaruh di satu ruangan yang memiliki dua pintu dan dijaga dua anggota Brimob. Aman tidak diizinkan keluar dari dalam sel.

Hendra mengatakan ada pembatasan kunjungan bagi 26 teroris tersebut. Seperti Aman yang hanya diberikan waktu kunjung dua kali dalam sepekan, yaitu setiap Senin dan Jumat.

Jika biasanya, mereka bisa menerima kunjungan 20-25 orang. Saat ini hanya lima orang yang dapat mengunjunginya. Lima orang tersebut adalah mereka yang masuk dalam keluarga inti Aman Abdurahman.

"Terbatas ya, kegiatannya juga terbatas. Setidaknya dia masih bisa diajak komunikasi. Seminggu ini saya sapa terus," ujar Hendra.

Kegiatan Aman Abdurahman sendiri menurut Hendra di dalam sel hanya tidur, beribadah, shalat dan ngaji. Selebihnya ia tak bisa melakukan kegiatan apapun dan tidak mendapatkan fasilitas apapun selain makan dan kebutuhan pribadi.

Aman divonis delapan tahun penjara karena kepemilikan senjata dan bergabung dalam kelompok radikal di Janto Aceh. Ia divonis 2009 dan akan segera bebas pada 2018 mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement