Jumat 15 Jan 2016 11:33 WIB

Warga Indramayu Jadi Korban Tewas Bom Sarinah

Rep: Lilis H/ Red: Indira Rezkisari
Kembali Bersiaga. Satuan kepolisian kembali menyisir lokasi Gedung Jaya yang berada dekat lokasi ledakan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1)
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Kembali Bersiaga. Satuan kepolisian kembali menyisir lokasi Gedung Jaya yang berada dekat lokasi ledakan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Seorang warga Kabupaten Indramayu menjadi salah satu korban tewas bom Sarinah. Namun, belum diketahui pasti apakah korban tersebut merupakan terduga pelaku pengeboman atau merupakan korban sipil dalam peristiwa tersebut.

Korban tewas itu bernama Ahmad Muhazan, warga RT 04 RW 01 Blok Desa, Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

''Benar, itu warga saya,'' ujar Kepala Desa Kedungwungu, Ahmad Fuadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/1).

Fuadi mengatakan, berdasarkan data kependudukan, Ahmad Muhazan lahir 5 Juni 1990. Di lingkungan tempat tinggalnya, Ahmad Muhazan dikenal dengan nama panggilan Azan.

Putra ketiga dari lima bersaudara pasangan Syahroni (55) dan Maemunah (52) itu bersekolah di MI Asy-Syafiiah dan melanjutkan ke MTS Negeri Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Setelah lulus, Ahmad Muhazan melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, Bungur, Kabupaten Subang.

Fuadi mengatakan, Ahmad Muhazan merantau ke Jakarta sejak lebih dari lima tahun lalu. Namun, dia mengaku tidak mengetahui pasti pekerjaan maupun aktifitas Ahmad Muhazan di Jakarta.

''Dia jarang pulang. Kalau pun pulang, anaknya tidak suka bergaul dengan tetangga, pendiam dan tertutup,'' terang Fuadi.

Fuadi pun mengaku sangat terkejut mengetahui ada salah seorang warganya yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Dia pun belum mengetahui secara pasti apakah Ahmad Muhazan merupakan terduga pelaku yang terlibat pengeboman ataukah murni sebagai korban sipil.

''Semalam polisi sudah datang, mengecek rumah, kartu keluarga, ijazah dan lainnya,'' terang Fuadi.

Sementara itu, perwakilan keluarga yang juga teman dekat Ahmad Muhazan, Miftah Hariri menjelaskan, Ahmad Muhazan semula bekerja sebagai karyawan usaha penjualan ban vulkanisir milik kakak iparnya, Syamsudin, di Klender, Jakarta Timur.

Setelah menikah dengan seorang warga Magelang, Putri, sekitar 2012 lalu, Ahmad Muhazan berjualan kebab Turki di daerah Cikampek. Putri merupakan temannya saat mondok di Pesantren Miftahul Huda.

''Pas lihat foto (korban), saya yakin itu Azan,'' tegas Miftah, yang pernah tinggal satu kontrakan dengan Ahmah Muhazan di daerah Klender, Jakarta Timur pada 2011 - 2012.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement