Jumat 13 Feb 2026 16:24 WIB

Tekan Iran, Kapal Induk AS USS Gerald Ford Bertolak ke Timur Tengah

Dua kapal induk dikerahkan AS ditengah ancaman serangan ke Iran.

Kapal induk USS Gerald Ford.
Foto: Dok Angkatan Laut AS
Kapal induk USS Gerald Ford.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Kapal induk Amerika Serikat (USS) Gerald R Ford dan kapal pengawalnya, yang dikerahkan di Karibia, sekarang akan dikirim ke Timur Tengah. Pengiriman kapal induk tambahan ini menyusul masih buntunya perundingan AS-Iran.

Kapal induk itu diperkirakan baru akan kembali ke pelabuhan asal mereka pada akhir April atau awal Mei, kata para pejabat AS kepada New York Times. Awak kapal diberitahu tentang keputusan tersebut pada hari Kamis, menurut empat pejabat AS yang berbicara tanpa menyebut nama karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang keputusan tersebut.

Baca Juga

Berdasarkan pesanan baru, kelompok kapal induk USS Gerald R Ford akan bergabung dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari menguatnya kembali kampanye tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.

Awal pekan ini, Trump mengindikasikan bahwa ia ingin mengirim kapal induk kedua ke wilayah tersebut, meskipun baik ia maupun Angkatan Laut belum secara terbuka mengidentifikasi kapal tersebut pada saat itu.

Pengerahan luar biasa Ford dimulai pada 24 Juni, ketika meninggalkan pelabuhan di Norfolk, Virginia. Misi tersebut awalnya dimaksudkan sebagai pelayaran Eropa tetapi dialihkan ke Karibia sebagai bagian dari kampanye tekanan Presiden Trump terhadap Venezuela.

Pesawat tempur kapal induk berpartisipasi dalam serangan 3 Januari di Caracas yang menyebabkan pasukan AS menculik Presiden Nicolás Maduro.

photo
Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019. - (Dok US Navy)

Pengerahan kelompok penyerang saat ini telah diperpanjang satu kali, dan para pelaut diperkirakan akan kembali ke negaranya pada awal Maret. Keputusan terbaru ini semakin memperpanjang misi tersebut.

Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menyatakan dalam sebuah wawancara pada hari Kamis bahwa angkatan laut Teheran “secara tepat” memantau semua gerakan permusuhan di wilayah tersebut, menyoroti kemampuan pencegahan negara yang semakin meningkat dan menyatakan bahwa menjaga keamanan nasional dan kepentingan maritim tetap menjadi prioritas utama.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement