Rabu 13 Jan 2016 17:30 WIB

Ternyata Gafatar Pernah Terdaftar Resmi Sebagai Ormas di Banyumas

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Nidia Zuraya
Berkas-berkas Gafatar (ilustasi)
Foto: Debbie Sutrisno/Republika
Berkas-berkas Gafatar (ilustasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas, Setyo Rahendra, menyatakan organisasi Gafatar memang pernah didaftarkan ke Kesbangpol Banyumas sebagai organisasi kemasyarakatan. 

Saat didaftarkan tahun 2012, pengurus organisasi tersebut menyebutkan organisasi Gafatar bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan. ''Karena saat itu memenuhi persyaratan untuk berdirinya organisasi, di antaranya sejalan dengan Pancasila, UUD 1945 dan tidak membuat resah masyarakat, kita mengizinkan organisasi tersebut berdiri di Banyumas,'' jelas Setyo, Rabu (13/1).

Sebagai organisasi, katanya, organisasi tersebut juga mencantumkan sejumlah pengurus. Antara lain, untuk ketua disebutkan berasal dari warga Solo dan Sekretaris berasal dari Banyumas yang diketahui bernama Aziz, warga Desa Pekaja Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. 

''Selama terdaftar di Bakesbangpol Banyumas, Gafatar Banyumas juga tercatat pernah ikut dalam berbagai kegiatan seperti kerja bakti, donor darah dan aksi sosial lainnya. Karena itu, Gafatar juga pernah melakukan audiensi dengan Bupati di awal-awal pendiriannya di Banyumas,'' jelasnya. 

Namun dia memastikan, organisasi Gafatar Banyumas sudah tidak aktif lagi sejak 1 Januari 2016. ''Masa berlaku pendaftarannya berakhir 31 Desember 2015 lalu. Pengurusnya juga sudah tidak memperpanjang, sehingga di Banyumas sudah tidak ada lagi organisasi Gafatar,'' katanya.

Berkaca dari kasus ini, Setyo mengaku, Bakesbangpol Banyumas akan lebih meningkatkan verifikasi dan pendalaman terhadap orang atau masyarakat yang akan mendaftarkan keberadaan organisasinya. ''Terhadap Gafatar, awalnya kita hanya tahu organisasi itu organisasi sosial-kemasyarakatan. Kami tidak menduga, kalau organsisi ini lebih dari sekadar ormas sosial-kemasyaraktan. Bahkan diduga berada di belakang orang-orang yang dikabarkan hilang,'' jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement