Selasa 12 Jan 2016 14:50 WIB

Bekasi akan Larang Operasi Ambulans Liar

Rep: C37/ Red: Ilham
Ambulans (ilustrasi)
Foto: dokrep
Ambulans (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Minimnya ambulans Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi membuat semakin maraknya ambulans liar yang banyak mangkal di depan RSUD. Keberadaan ambulans itu dinilai merugikan masyarakat karena mematok harga yang mahal.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi Reynold Tambunan menegaskan, harus ada pelarangan mobil ambulans yang mangkal di lokasi rumah sakit. Sebab, banyak juga pasien yang tidak mengetahui jika ambulans tersebut bukan milik RSUD.

”Harus dilarang mobil ambulan liar itu. Karena kasihan pasien yang berobat di RSUD. Banyak yang tidak tahu itu ambulans swasta, jadi mereka mengeluarkan biaya banyak,” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi Reynold Tambunan, Selasa (12/1). (Baca juga: Dihipnotis, Riki Bawa Bayi ke RS Bekasi).

Menurut Reynold, sebaiknya RSUD menambah armada mobil ambulans apabila jumlah yang ada saat ini dirasa kurang. Sebab, pembelian itu sifatnya pelayanan yang harus segera disikapi.

"Jangan sampai keberadaan mobil ambulans liar milik perorangan itu jumlahnya terus bertambah. Kalau dibiarkan ambulans itu semakin menjamur, dan merugikan pasien," katanya.

Padahal, kata Reynold, keberadaan mobil ambulans liar itu, tidak boleh berada di RSUD. Seharusnya seluruh mobil itu melakukan usahanya di luar lingkungan RSUD Kota Bekasi. Namun, hingga saat ini ambulans liar itu menggunakan lahan depan rumah sakit untuk mencari pasien.

"Ini jelas sudah dilarang, tidak boleh mereka ada di rumah sakit,” katanya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi, Daddi Kusradi menambahkan, pasien RSUD Kota Bekasi harus tetap menggunakan ambulans milik RSUD. Menurutnya, hal ini yang tidak dipahami oleh masyarakat, sehingga banyak yang menggunakan ambulans liar.

"Harusnya ada pemberian pemahaman dari pihak RSUD tentang penggunaan ambulans yang mereka miliki. Sebaiknya pasien memahami jika mereka harusnya pakai ambulans di RSUD," kata Daddi.

Namun, jumlah ambulans yang tidak mencukupi terkadang membuat pasien harus mengantre menggunakan ambulans. Sehingga, mereka pun memakai ambulans liar yang berada di luar karena terdesak untuk segera memakai ambulans.

Untuk itu, lanjut Daddi, pihak RSUD harus segera mengajukan penambahan jumlah ambulans bila dirasa kurang. Apalagi, saat ini jumlah ambulans di Kota Bekasi hanya ada sembilan armada di RSUD dan 10 ambulans untuk 31 puskesmas.

"Jumlah yang ada saat ini idealnya masih kurang. Kalau memang kurang kita akan tanyakan ke Direktur RSUD untuk mengucurkan tambahan ambulans itu," kata Daddi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement