Rabu 06 Jan 2016 23:51 WIB

Produksi Durian Boyolali Menurun

Durian
Foto: Aditya Pradana Putra/Republika
Durian

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI --  Produksi buah durian di salah satu daerah sentra di wilayah Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada musim hujan saat ini, menurun sehingga mempengaruhi harga di pasar tetap tinggi.

Supar (34) salah satu pedagang durian asal Musuk yang mangkal di pinggir jalan lingkar selatan Boyolali, Rabu, mengatakan, produksi buah durian di Boyolali saat ini, memang anjlok dan tidak seperti biasanya sehingga harga masih mahal.

Menurut Supar, salah satu daerah sentra durian di Musuk, jika kondisi normal setiap pohon ukuran besar rata-rata bisa menghasilan sekitar 80 hingga 100 buah, tetapi kemungkinan akibat pengaruh cuaca kini rata-rata hanya menghasilkan sekitar 30 hingga 40 buah.

Bahkan, kata dia, akibat dampak musim kemarau panjang beberapa bulan lalu menyebabkan musim panen buah durian di daerah ini, mundur dan diperkirakan pertengahan februari mendatang. Kendati demikian, kata dia, pada musim kemarau cukup panjang dan sekaranag curah hujan tidak terlalu tinggi ini, menyebabkan kualitas buah durian justru lebih bagus.

"Saya melihat kandungan air di dalam buah durian lebih sedikit, sehingga rasanya lebih enak dan berkualitas," katanya.

Menurut dia, harga durian asal Boyolali rata-rata ukuran kecil memang masih mahal yakni sekitar Rp20.000 per buah, sedangkan kualitas besar bisa dijual mencapai Rp100.000 hingga Rp125.000 per buah.

Sardiyono (40) pedagang durian asal Musuk yang mangkal di perempatan Tugu Jam Kota Boyolali, mengatakan, meskipun, petani durian belum masanya musim raya, tetapi buah yang memiliki bau khas harum tersebut sudah banyak beredar di pasaran.

Menurut dia, produksi buah durian musim tahun ini memang menurun drastis. Pada satu pohon durian besar, paling hanya berbuah sekitar 30-40 buah. Pada musim panen sebelumnya satu pohon durian bisa berbuah hingga 100 buah.

Menurut dia, hal tersebut kemungkinan dampak dari musim hujan saat ini, yang dapat merontokan bunga dan calon buah durian yang masih kecil, sehingga produksi tidak seperti yang diharapkan. Namun, kata dia, kualitas durian saat ini, sangat bagus karena kurangnya serangan hama. Pada tahun lalu serangan hama ulat menyebabkan buah berlubang dan busuk. Otomati harga buah durian menjadi jatuh.

"Harga buah durian sekarang masih cukup tinggi antara Rp20.000 hingga Rp100.000 per buah tergantung ukuran. Padahal musim lalu, harga durian ukuran kecil hanya Rp10 ribu yang besar paling sekitar Rp40.000 hingga Rp60.000 per buah," katanya.

Kisno (52) warga Solo mengatakan orang mencari durian di Boyolali karena salah satu daerah sentra yang harganya dinilai lebih murah dibandingkan di Solo. "Namun, harga durian ternyata masih mahal paling kecil dijual sekitar Rp20.000 per buah dan ukuran besar bisa mencapai Rp100.000 lebih per buah," kata Kisno yang mengaku sangat suka buah durian sejak kecil.

Menurut dia, durian asal Boyolali memiliki daging buah tebal warna kuning, dan rasanya manis, sehingga setiap setiap musim durian selalu menyempatkan diri untuk membeli di Boyolali.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement