Jumat 25 Sep 2015 10:04 WIB

Kecelakaan KRL Dinilai Akibat Kelalaian dan Kondisi Kereta

Rep: C26/ Red: Ani Nursalikah
Petugas mengevakuasi penumpang yang menjadi korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Juanda, Rabu (23/9).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Petugas mengevakuasi penumpang yang menjadi korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Juanda, Rabu (23/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Jakarta Transportation Watch (JTW) Andy W Sinaga menyayangkan masih adanya kecelakaan transportasi umum. Andy menilai kecelakaan kereta commuter line di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat dua hari lalu disebabkan dua faktor.

"Kecelakaan KRL Jabotabek disebabkan oleh dua faktor penyebab kecelakaan, yaitu satu, human error," katanya lewat rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (25/9).

Ia mengatakan kecelakaan akibat masinis tidak dapat mengendalikan kecepatan. Selain itu bisa jadi masinis salah menerjemahkan sinyal peringatan. Tak bisa dipungkiri juga ada salah pemahaman antara masinis dengan Pengawas Perjalan Kereta api (PPK).

Selain karena kelalaian, ia menyebut kecelakaan terjadi karena kesalahan armada. Sistem transmisi atau komputerisasi kereta bisa jadi ada kerusakan. Mengingat usia kereta dan rel kereta dianggapnya sudah terlalu tua. KRL adalah kereta bekas yang didatangkan dari Jepang.

Ia meminta penyelenggara harus bertanggung jawab kepada seluruh korban. Hal ini berdasarkan UU No 23 Tahun  2007 tentang Perkeretapian. Perlu penanganan maksimal terhadap korban, mengurus klaim asuransi korban dan melaporkan kronologisnya kepada pemerintah.

Rabu (23/9) lalu terjadi kecelakaan dua KRL dengan tujuan sama yakni Bogor bertabrakan di Stasiun Juanda. Tidak ada korban jiwa, namun 42 dilaporkan terluka termasuk di antaranya masinis yang terjepit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement